Mengenal Bacterial Vaginosis pada Sistem Reproduksi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi wanita, menjaga kebersihan tubuh merupakan hal yang paling penting. Khususnya pada daerah sistem reproduksi. Tak jarang kita sudah sangat rajin menjaga kebersihan sistem reproduksi namun masih saja muncul keluhan seperti gatal ataupun adanya infeksi terhadap organ kemaluan.

Salah satu infeksi umum yang mengenai daerah panggul atau vagina wanita yaitu berupa vaginitis nonspesifik yang akhir-akhir ini disebut sebagai bacterial vaginosis atau vaginosis anaerob.

Bacterial Vaginosis (BV) adalah kondisi yang diakibatkan oleh terganggunya keseimbangan bakteri di dalam vagina. Ada pertumbuhan bakteri yang berlebihan yaitu seperti bakteri jahat mengalahkan spesies bakteri yang baik.

Orang yang terkena infeksi bacterial vaginosis ini biasanya akan mengalami peningkatan jumlah cairan keputihan yang berwarna abu-abu putih dan keputihan yang berbau, bau dari keputihannya busuk dan amis serta akan semakin berbau setelah berhubungan intim.

Selain bau yang tidak sedap, beberapa wanita yang terinfeksi jenis penyakit ini juga akan mengalami gejala seperti rasa terbakar ketika buang air kecil atau rasa gatal di vagina. Namun hampir 50 persen wanita yang menderita infeksi bacterial vaginosis tidak mengalami gejala apapun. Sehingga kadang kita tidak tahu apakah kita menderita infeksi ini.

Secara pasti penyebab dari bacterial vaginosis ini tidak diketahui. Infeksi ini hampir mirip dengan infeksi jamur. Sehingga banyak dari anda tidak bisa membedakan antara keduanya.

Sebenarnya anda dapat membedakan antara infeksi bakteri vaginosis dengan infeksi jamur. Perbedaannya yaitu infeksi jamur akan menyebabkan keluarnya cairan keputihan yang bertekstur tebal dan putih, berbeda dengan infeksi bakteri vaginosis akan berwarna abu-abu putih dan tipis. Dan bau infeksi bakteri vaginosis cenderung lebih menyengat daripada infeksi jamur.

Penularan bacteri vaginosis biasanya dapat menyebar selama hubungan seksual, tetapi bakteri vaginosis juga dapat terjadi pada orang yang kurang aktif secara seksual. Seperti, banyak pasangan seks atau wanita yang memiliki pasangan seks baru, wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dimana memiliki risiko lebih tinggi menderita bakteri vaginosis.

Agar anda dapat berhati-hati atau menghindari infeksi bakteri ini, akan lebih baik jika anda mengetahui ciri seperti apa yang berisiko terkena bacterial vaginosis. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena bacterial vaginosis:

  • Sering berganti-ganti pasangan atau memiliki pasangan seks lebih dari satu.
  • Tidak menggunakan pelindung ketika berhubungan seksual (kondom)
  • Ibu hamil. Adanya perubahan hormonal selama hamil membuat ibu berisiko menderita bacterial vaginosis.
  • Merokok
  • Menggunakan kontrasepsi khususnya KB spiral atau IUD.
  • Memiliki riwayat penyakit infeksi dan menular. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here