Nutrisi Penting Dalam Mencegah Osteoporosis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Osteoporosis adalah penyakit sistemik yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang dan perubahan mikroarsitektur jaringan tulang. Kondisi ini dapat meningkatkan kerapuhan tulang, risiko patah tulang, dan menyebabkan kerusakan tulang. Pola makan dengan gizi seimbang dan kaya kalsium dapat mencegah osteoporosis. Pencegahan osteoporosis sejak dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti asupan gizi seimbang yang terkait dengan pembentukan tulang seperti kalsium, vitamin D, dan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur.

Osteoporosis tidak bisa disepelekan karena akan berdampak besar pada kehidupan individu maupun keluarganya. Patah tulang akibat osteoporosis merupakan salah satu penyebab fatal kelumpuhan yang menyebabkan kematian. Risiko osteoporosis tidak hanya dipengaruhi oleh usia tetapi juga asupan makanan harian. Penurunan berat badan yang signifikan dikarenakan pola makan yang tidak seimbang juga dapat menjadi pemicu terjadinya osteoporosis.  Menurunkan berat badan dengan melakukan diet yang sangat ekstrim adalah salah satu hal yang membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi yang penting bagi tubuh termasuk kalsium.

Nutrisi merupakan faktor utama dalam membangun dan memelihara kekuatan tulang. Kalsium dan vitamin D3 adalah nutrisi penting bagi kesehatan tulang. Jika asupan kalsium tidak terpenuhi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk diberikan kepada organ tubuh yang membutuhkannya, dan ini adalah salah satu alasan  tulang menjadi keropos dan rapuh.

Untuk mencegah osteoporosis, tubuh membutuhkan kalsium setidaknya 1.200 sampai 1.500 mg, serta ditambah dengan vitamin D sebesar 400UI setiap hari. Tubuh bisa memproduksi vitamin D sebagai respon terhadap sinar matahari, Vitamin D alami diproduksi oleh  sinar UVB  pada kulit. Asupan vitamin D dari makanan dapat bersumber dari minyak ikan, kuning telur, hati dan susu yang diperkaya vitamin D. Minyak ikan dapat ditemukan di salmon, sarden, mackerel dan tuna. Sumber makanan vitamin D dibutuhkan oleh semua kalangan usia. Vitamin D juga sangat dibutuhkan dalam penyerapan kalsium sehingga dapat memberikan manfaat dengan optimal.

Kalsium merupakan nutrisi penting kesehatan tulang dan asupan yang direkomendasikan bervariasi dikarenakan kebutuhan kalsium di masa metamorfosa berbeda-beda. Bayi membutuhkan 200-260mg, anak-anak membutuhkan 700-1.300mg, remaja dan ibu hamil membutuhkan asupan kalsium yang lebih sekitar 1300mg. Sedangkan pada orang dewasa dibedakan menjadi dua yaitu wanita memerlukan 1200mg sedangkan untuk pria 1000mg. Dalam mencukupi kebutuhan kalsium setiap hari, maka Anda harus memperhatikan kebutuhan sayuran hijau, roti dan sarden .

Aktifitas fisik juga sangat berpengaruh terhadap kepadatan tulang. Olah raga secara teratur dapat mengurangi tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung. Olah raga juga meningkatkan jumlah kalsium dalam tulang dan lebih efektif mencegah osteoporosis daripada obat-obatan. Sebagian besar kasus patah tulang terjadi akibat terjatuh. Dengan berolahraga, otot tubuh akan lebih kuat dan keseimbangan menjadi lebih baik sehingga dapat mengurangi risiko terjatuh. Olahraga juga dapat menghambat pengeroposan tulang yang akan mengurangi risiko patah tulang karena

Osteoporosis adalah penyakit sistemik yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang dan perubahan mikroarsitektur jaringan tulang. Kondisi ini dapat meningkatkan kerapuhan tulang, risiko patah tulang, dan menyebabkan kerusakan tulang. Pola makan dengan gizi seimbang dan kaya kalsium dapat mencegah osteoporosis. Pencegahan osteoporosis sejak dini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti asupan gizi seimbang yang terkait dengan pembentukan tulang seperti kalsium, vitamin D, dan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur.

Osteoporosis tidak bisa disepelekan karena akan berdampak besar pada kehidupan individu maupun keluarganya. Patah tulang akibat osteoporosis merupakan salah satu penyebab fatal kelumpuhan yang menyebabkan kematian. Risiko osteoporosis tidak hanya dipengaruhi oleh usia tetapi juga asupan makanan harian. Penurunan berat badan yang signifikan dikarenakan pola makan yang tidak seimbang juga dapat menjadi pemicu terjadinya osteoporosis.  Menurunkan berat badan dengan melakukan diet yang sangat ekstrim adalah salah satu hal yang membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi yang penting bagi tubuh termasuk kalsium.

Nutrisi merupakan faktor utama dalam membangun dan memelihara kekuatan tulang. Kalsium dan vitamin D3 adalah nutrisi penting bagi kesehatan tulang. Jika asupan kalsium tidak terpenuhi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk diberikan kepada organ tubuh yang membutuhkannya, dan ini adalah salah satu alasan  tulang menjadi keropos dan rapuh.

Untuk mencegah osteoporosis, tubuh membutuhkan kalsium setidaknya 1.200 sampai 1.500 mg, serta ditambah dengan vitamin D sebesar 400UI setiap hari. Tubuh bisa memproduksi vitamin D sebagai respon terhadap sinar matahari, Vitamin D alami diproduksi oleh  sinar UVB  pada kulit. Asupan vitamin D dari makanan dapat bersumber dari minyak ikan, kuning telur, hati dan susu yang diperkaya vitamin D. Minyak ikan dapat ditemukan di salmon, sarden, mackerel dan tuna. Sumber makanan vitamin D dibutuhkan oleh semua kalangan usia. Vitamin D juga sangat dibutuhkan dalam penyerapan kalsium sehingga dapat memberikan manfaat dengan optimal.

Kalsium merupakan nutrisi penting kesehatan tulang dan asupan yang direkomendasikan bervariasi dikarenakan kebutuhan kalsium di masa metamorfosa berbeda-beda. Bayi membutuhkan 200-260mg, anak-anak membutuhkan 700-1.300mg, remaja dan ibu hamil membutuhkan asupan kalsium yang lebih sekitar 1300mg. Sedangkan pada orang dewasa dibedakan menjadi dua yaitu wanita memerlukan 1200mg sedangkan untuk pria 1000mg. Dalam mencukupi kebutuhan kalsium setiap hari, maka Anda harus memperhatikan kebutuhan sayuran hijau, roti dan sarden .

Aktifitas fisik juga sangat berpengaruh terhadap kepadatan tulang. Olah raga secara teratur dapat mengurangi tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung. Olah raga juga meningkatkan jumlah kalsium dalam tulang dan lebih efektif mencegah osteoporosis daripada obat-obatan. Sebagian besar kasus patah tulang terjadi akibat terjatuh. Dengan berolahraga, otot tubuh akan lebih kuat dan keseimbangan menjadi lebih baik sehingga dapat mengurangi risiko terjatuh. Olahraga juga dapat menghambat pengeroposan tulang yang akan mengurangi risiko patah tulang karena osteoporosis.

Pola makan sehat dan seimbang dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Anda juga perlu menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein serta menghilangkan kebiasaan merokok. Di usia muda, asupan kalsium yang cukup akan sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tulang. Olahraga juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Hal ini karena gaya hidup yang kurang berolahraga akan mendorong hilangnya kepadatan tulang. Bagi Anda yang memiliki gangguan pada asupan makanan terutama asupan kalsium dan vitamin D, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplemen tambahan yang dibutuhkan tubuh.

Pola makan sehat dan seimbang dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Anda juga perlu menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein serta menghilangkan kebiasaan merokok. Di usia muda, asupan kalsium yang cukup akan sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tulang. Olahraga juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Hal ini karena gaya hidup yang kurang berolahraga akan mendorong hilangnya kepadatan tulang. Bagi Anda yang memiliki gangguan pada asupan makanan terutama asupan kalsium dan vitamin D, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplemen tambahan yang dibutuhkan tubuh.

Sumber gambar : tbo.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here