Penanganan Histeria pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Konsepsi mengenai histeria adalah salah satu dari sedikit hal yang masih sulit dipahami dalam bidang psikologi abnormal. Mulai dari masanya Hipocrates, histeria telah memiliki pengertian yang luas dan melibatkan banyak gejala. Semasa Yunani kuno, gangguan ini menjadi ciri khas wanita dan muncul akibat ada gangguan di uterus. Teori ini bertahan selama berabad-abad, meskipun demikian di abad 16 mulai diyakini bahwa sumber histeria bukan pada uterus tetapi pada otak. Sejak ini diyakini bahwa histeria tidak hanya dapat menimpa wanita, namun dapat pula dialami oleh pria.

Gejala penyakit histeria dapat diminilaisir gejalanya. Terdapat beberapa teknik terapi yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan histeria, yaitu:

  • Teknik hipnosis (pernah diterapkan oleh dr. Joseph Breuer). Ini adalah metode hipnosis yang menyadarkan diri pada anggapan bahwa pengalaman-pengalaman traumatik yang ada pada pasien histeria diungkapkan dalam keadaan si pasien tidak sadar (di bawah pengaruh hipnosis),
  • Teknik asosiasi bebas (dikembangkan oleh Sigmund Freud). Metode asosiasi bebas bertumpu pada anggapan bahwa pengalaman-pengalaman traumatik (pengalaman yang menyakitkan) yang dimiliki pasien histeria itu bisa diungkapkan dalam keadaan sadar. Dalam teknik Asosiasi bebas, pasien diminta untuk mengemukakan secara bebas hal-hal apa saja yang terlintas dalam pikirannya saat itu. Bagi terapis, hal-hal yang dikemukakan oleh pasiennya merupakan bahan untuk menggali dan mengungkap ingatan atau pengalaman yang sifatnya traumatik dari alam tak sadar si pasien. Hal yang penting dari pengembangan asosiasi bebas ini adalah, metode asosiasi bebas dengan prinsip atau anggapan yang mendasarinya telah membawa Freud kepada suatu kesimpulan bahwa ketidaksadaran memiliki sifat dinamis, dan memegang peranan dalam terjadinya gangguan neurotik seperti histeria.
  • Psikoterapi suportif. Psikoterapi merupakan jenis pengobatan kedokteran untuk menangani gangguan mental emosional. Caranya dengan mengubah pola pikiran, perasaan dan perilaku penderita agar terjadi keseimbangan diri penderita. Tujuan dari psikoterapi adalah untuk menguatkan daya tahan mental pasien, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Psikoterapi ditujukan bagi penanganan semua jenis gangguan jiwa seperti depresi, panik, gelisah, dan gangguan jiwa lain. Psikoterapi Suportif bertujuan untuk mendukung fungsi-fungsi ego, atau memperkuat mekanisme defensi yang ada. Memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik. Perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif. Cara atau pendekatan yang digunakan dalam teknik ini adalah bimbingan, reassurance, katarsis emosional, hipnosis, desensitisasi, eksternalisasi minat, manipulasi lingkungan, terapi kelompok.
  • Farmakoterapi. Farmakoterapi adalah sub ilmu dari farmakologi yang mempelajari tentang penanganan penyakit melalui penggunaan obat-obatan. Dalam ilmu ini obat-obatan digunakan untuk membuat diagnosis, mencegah timbulnya gejala, dan cara menyembuhkan suatu penyakit. Selain itu, farmakoterapi juga mempelajari khasiat obat pada berbagai penyakit, bahaya yang dikandungnya, kontraindikasi obat, pemberian obat yang tepat. Bagian instrumen ilmu pengetahuan yang menyertai farmakoterapi adalah terapi operasi, terapi radiasi, terapi fisik. Umumnya, pada pasien histeria diberikan obat-obatan yang dapat mengurangi gejala yang dialami.

Penjelasan di atas merupakan beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk penanganan histeria, untuk penanganan yang lebih tepat maka segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY