Pengertian dan Fungsi Hormon Androgen pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hormon androgen merupakan hormon yang merangsang atau mengontrol perkembangan dan pemeliharaan karakteristik laki-laki, mengikat reseptor androgen untuk mendukung aktivitas seks pria dan pertumbuhan karakteristik seks sekunder laki-laki. Pada umur tujuh minggu kehadiran testis merupakan awal terbentuknya hormon androgen yang disebut testosteron.

Pertama kali diemukan pada tahun 1936, mesoderm diturunkan dari sel epitel korda seks di testis yang berkembang menjadi sel sertoli untuk mendukung pembentukan sel sperma. Populasi kecil non sel epitel muncul tubulus pada minggu ke-8. Hal tersebut biasanya disebut sel leyding. Setelah mebelah diri sel ini mulai memproduksi androgen.

Hormon androgen yang  memiliki peranan penting dalam tahap perkembangan pria yaitu hormon testosteron yang disekresikan oleh testis fetus maupun testis pria dewasa dan hormon dihidrotestosteron disintesis oleh testis fetus dalam jumlah kecil. Hormon testosteron ini bertanggungjawab pada saluran urogenital yang secara langsung merangsang perkembangan saluran  wolfian dan menginduksi perkembangan epididimis, vas deferens, serta vesika seminalis. sedangkan hormon dihidrotestoteron bertanggungjawab untuk perkembangan ptostat dan genetalia eksternal jantan selama embriogenesis.

Hormon androgen terdiri atas 4 unit gen, antara lain :

  • Promotor. Unit ini berfungsi sebagai pengendali dan pengontrol inisiasi proses transkripsi.
  • Androgen responsive enhancer (ARE). Elemen ini berperan untuk menstimulasi transkripsi.
  • Silencers. Unit gen ini bertugas menurunkan transkripsi gen.
  • Hormon independent enhancers. Unit ini cenderung meningkatkan fungsi ARE dengan cara ekspresi gen diinduksi secara maksimal.

Fungsi hormon androgen, yaitu :

  1. Perkembangan testes. Organ reproduksi dimulai saat embrio berumur empat minggu. Pada minggu ke enam hormon reproduksi akan mempengaruhi organ reproduksi yang akan tumbuh. Kromoson Y membuat sekresi hormon androgen lebih banyak.
  1. Dehydroepiandrosterone (DHEA). DHEA dapat memperbaiki tidur, mengobati diabetes, obesitas, dan lupus.
  1. Pembentukan sperma. Hormon androgen ditangkap oleh sel target didalam testes untuk melakukan proses pembentukan sel sperma melalui pembelahan mitosis-meisosis.
  1. Munculnya ciri seks sekunder pria. Munculnya ciri seks sekunder pada pria dipengaruhi oleh hormon androgen. Ciri seks sekunder pada pria antara lain tumbuh jakun, kumis, rambut dada, rambut kemaluan, pertumbuhan masa otot, dan suara membesar.
  1. Mengatur libido seks. Aliran darah yang tinggi membawa androgen ke seluruh tubuh sampai ke otak. Agresiv diatur oleh otak. Hormon ini merangsang munculnya libido seks.

Resistensi terhadap hormon androgen pada jaringan target merupakan kelainan pada hormon androgen yang disebut Androgen Resintent Syndrom (AIS). Kelainan ini dibagi menjadi dua golongan antara lain :

  1. Complete AIS

Pada penderita ini virilisasi tidak terjadi sehingga individu tersebut mempunyai fenotip seperti wanita sejak lahir atau feminisasi testis yang sempurna.

  1. Incomplete / Partial AIS

Pada penderita PAIS sejak lahir keadaan ambigus genetalia tampak seperti laki-laki, tetapi memiliki kelainan seperti kelainan lubang uretra (hipospadia), skrotum bifida, testis tidak turun (kriptorkismus), dan pembesaran pada payudara tetapi bukan kanker (ginekomastia). (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here