Penyakit Terkait Diabetes

SehatFresh.com – Penyakit diabetes merupakan ancaman serius bagi kesehatan. Baik itu diabetes tipe 1 atau tipe 2, keduanya dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit. Penyakit yang berhubungan dengan diabetes ini dapat melemahkan atau bahkan berakibat fatal. Sebagian besar penderita diabetes tidak sadar dan mungkin tidak pernah tahu akan bahaya komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit diabetes. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana bahayanya penyakit diabetes ini. Pemantauan secara konsisten dan deteksi dini sangat penting dalam mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

  • Masalah kulit
    Diabetes dapat memengaruhi kulit dalam berbagai cara. Diperkirakan 33 persen orang dengan diabetes mengembangkan beberapa bentuk kelainan kulit. Beberapa contoh umum dari gangguan kulit yang berhubungan dengan diabetes adalah dermopathy diabetes, nekrobiosis lipoidika diabeticorum, aterosklerosis, diabetic blister dan acanthosis nigricans. Selain itu, diabetes membuat penderitanya lebih rentan terhadap infeksi bakteri, infeksi jamur dan gatal-gatal pada kulit.
  • Hipertensi
    Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gula darah. Sekitar dua pertiga atau sekitar 65 persen orang dewasa dengan diabetes memiliki hipertensi. Diabetes membuat risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah akan semakin meningkat. Sementara itu, penyumbatan pembuluh darah merupakan pemicu meningkatnya tekanan darah.
  • Stroke
    Risiko stroke menjadi empat kali lebih tinggi pada orang dengan diabetes. Risiko stroke dan jenis-jenis penyakit jantung juga dipengaruhi oleh kadar kolesterol. Penderita diabetes dengan tingkat kolesterol tinggi berada pada risiko stroke yang lebih tinggi.
  • Penyakit arteri perifer
    Penyakit arteri perifer terjadi ketika arteri di kaki menjadi sempit atau terhambat oleh lemak. Beberapa gejalanya mungkin termasuk mati rasa atau kesemutan di betis dan kaki, penyembuhan infeksi kaki atau luka, serta sakit kaki yang terjadi selama berjalan atau olahraga.
  • Penyakit arteri koroner
    Penyakit arteri koroner bisa terjadi pada penderita diabetes terkait dengan kadar kolesterol dan lemak. Penyakit arteri koroner terjadi ketika timbunan lemak membatasi atau menyumbat aliran darah ke jantung.
  • Kerusakan mata
    Diabetes dapat merusak mata. Diabetes retinopati adalah kondisi mata yang berhubungan dengan diabetes. Retinopati terjadi ketika retina rusak karena rusaknya pembuluh darah yang terhubung ke bagian belakang mata. Hal ini dapat mengakibatkan penglihatan menjadi kabur atau bahkan kebutaan. Penderita diabetes juga 40 persen lebih mungkin untuk mengembangkan glaukoma, dan 60 persen lebih mungkin mengembangkan katarak daripada orang yang tidak menderita diabetes.
  • Ketoasidosis
    Ketoasidosis terjadi karena sel-sel tubuh tidak dapat menarik energi dari gula darah sebagai akibat dari kekurangan insulin atau ketidakmampuan untuk memanfaatkan insulin. Kedua kondisi tersebut merupakan akibat dari diabetes tipe 1 atau pun tipe 2. Proses pemecahan lemak menjadi energi menghasilkan asam yang dikenal sebagai keton, yang terbentuk dalam darah dan urin. Kadar keton yang berlebihan dapat menyebabkan koma dan bahkan kematian.
  • Penyakit ginjal diabetik
    Diabetes adalah penyebab umum dari gagal ginjal. Diabetes dapat menurunkan fungsi ginjal untuk menyaring darah. Hal ini karena dengan meningkatnya kadar gula darah, tugas ginjal menjadi bertambah dan kinerja ginjal akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kadar gula darah, ginjal terpaksa harus menyaring kelebihan gula darah tersebut untuk selanjutnya dibuang melalui urin. Hal ini pada akhirnya menyebabkan ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan limbah dari darah.
  • Penyakit hati
    Survey menunjukkan bahwa orang dengan diabetes 70% lebih mungkin meninggal akibat penyakit hati dibandingkan mereka tanpa kondisi ini. Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dengan baik semakin meningkatkan risiko penyakit liver (hati) akibat diabetesnya. Hati berperan dalam regulasi glukosa. Pada penderita diabetes, produksi glukosa berlebih oleh hati berdampak pada peningkatan gula darah puasa.
  • Hyperosmolar Hyperglycemic Nonketotic Syndrome
    Hyperosmolar hyperglycemic nonketotic syndrome atau HHNS, adalah kondisi yang lebih umum terjadi pada orang tua. HHNS dapat terjadi pada orang dengan diabetes baik tipe 1 atau tipe 2 yang kondisinya tidak terkontrol dengan baik, namun lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Dalam HHNS, kadar gula darah meningkat, dan tubuh mencoba untuk menyingkirkan kelebihan gula dengan mengeluarkannya melalui urin. Hal ini membuat frekuensi buang air kecil menjadi meningkat. Jika Anda tidak minum cairan yang cukup pada saat ini, Anda bisa mengalami dehidrasi.

Sumber gambar : Penyakit Terkait Diabetes

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY