Peran Hormon hCG Dalam Kehamilan

SehatFresh.com – Saat hamil, tubuh ibu akan mengalami banyak perubahan yang terjadi secara alami. Selain perubahan bentuk fisik yang ditandai dengan perut yang semakin membesar, tubuh ibu juga akan segera memproduksi hormon-hormon kehamilan guna mendukung kelangsungan kehamilan, salah satunya hormon hCG.

Hormon hCG (human chorionic gonadotropin) merupakan hormon yang diproduksi oleh embrio yang sedang berkembang selama kehamilan. Hormon ini memiliki peran penting baik dalam pendeteksian maupun perawatan kehamilan. Wanita hamil memiliki kadar hCG yang sangat tinggi.

Menurut Lauralee Sherwood, Ph.D, dalam bukunya yang berjudul “Human Physiologyā€¯, hormon hCG merupakan glikoprotein, yang terdiri dari gula dan protein dan berikatan dengan reseptor pada sel-sel. Setelah terikat pada sel, hormon akan mengirimkan sinyal ke sel-sel yang melintasi membran sel. Hormon tersebut tidak diproduksi oleh semua orang dewasa. Sel-sel embrio mulai memproduksi hCG tidak lama setelah sel telur wanita berhasil dibuahi. Setelah sel-sel embrio berdiferensiasi menjadi jenis jaringan, jaringan plasenta akan mengambil alih produksi hCG.

Hormone hCG ini sangat penting untuk mempertahankan kelompok sel endokrin yang disebut korpus luteum. Ketika seorang wanita berovulasi dan melepaskan telur, sel-sel yang mengelilingi telur di ovarium menjadi sel yang mensekresi hormon kolektif yang disebut korpus luteum ini. Jika telur tidak dibuahi, korpus luteum akan mati dalam waktu sekitar 14 hari. Dalam kasus pembuahan, hCG akan mempertahankan korpus luteum.

Selain mempertahankan korpus luteum yang mengelilingi telur, hCG juga mempertahankan lapisan rahim yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan jika telur dibuahi. Ketika korpus luteum di sekitar telur yang tidak dibuahi mati, kadar hormon akan menurun sehingga menyebabkan lapisan rahim mengelupaskan, dan akhirnya terjadi menstruasi. Dengan mempertahankan dinding rahim, hCG menyediakan tempat untuk perkembangan embrio. Embrio benar-benar tergantung pada lapisan rahim sampai plasenta sepenuhnya terbentuk, biasanya selama bulan keempat kehamilan.

Meskipun peran utama hCG dalam kehamilan berkaitan dengan perkembangan embrio, dokter dapat menguji kadar hCG dalam darah untuk memantau kondisi awal kehamilan. Di samping itu, tes kehamilan di rumah dapat mendeteksi hCG dalam urin untuk mendeteksi bahwa ibu positif hamil.

Karena mirip dengan hormon lain, hormon luteinizing atau LH, hCG eniru beberapa efek dari LH dalam tubuh perempuan. LH biasanya merangsang ovulasi, tetapi jika tingkat LH rendah, suntikan hCG memiliki efek stimulasi yang sama. Pada wanita dengan sel telur matang tapi sulit dibuahi, dosis hCG dapat merangsang ovulasi dan membantu meningkatkan kesuburan.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY