Mengatasi Kecanggungan Sosial Pada Remaja

Usia remaja adalah waktu ketika orang tua dapat turut mempengaruhi dan membentuk anak-anak mereka untuk menjadi orang dewasa yang unik dan kompeten. Beberapa remaja dapat melewati tahun ini dengan mudah sementara yang lain mungkin berjuang untuk menemukan jati diri mereka. Orang tua perlu tahu bagaimana berbicara dengan anak mereka seperti sebagai remaja dan bagaimana menangani situasi tertentu yang dialami remaja. Di masa ini, orang tua juga bisa mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kelompok-kelompok akademik yang bisa menggali potensi dan kemampuan anak.

Keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting ketika anak sudah menginjak masa remaja. Pada masa remaja, anak sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas di mana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan citra dirinya. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan sulitnya menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri, terkucilkan dalam pergaulan, asosial ataupun anti sosial, dan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal serta tindakan kekerasan.

Menurut childtrends.org, pengembangan keterampilan sosial remaja sangat terkait dengan hubungan mereka dengan orang tua mereka. Hubungan anak dan orang tua mengajarkan pelajaran penting seumur hidup dan keterampilan tentang komunikasi, resolusi konflik, keintiman, dukungan emosional dan persahabatan. Hubungan dengan saudara, bibi, paman, kakek-nenek dan teman-teman keluarga juga akan berdampak pada keterampilan sosial. Maka dari itu, orang tua perlu membentuk hubungan yang hangat dan responsif dan untuk mendorong komunikasi terbuka seputar masalah yang dialami olah anak-anaknya.

Banyak sekolah dan organisasi masyarakat menyediakan program mentoring yang mengajarkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan perilaku sosial. Program mentoring dapat mengajarkan remaja cara meningkatkan harga diri, memahami kesadaran sosial dan belajar keterampilan sosial dalam membina hubungan dengan teman sebayanya.

Remaja juga perlu dilibatkan dalam aktifitas di luar jam sekolah normal seperti kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan seperti olahraga, teater dan klub bahasa dapat mendorong remaja untuk hidup sehat dan aktif, serta membuat mereka menghargai musik, seni atau olahraga tertentu. Kegiatan tersebut juga bisa menjadi sarana untuk membangun karakter anak, mengajarkan keterampilan kepemimpinan, membangun kepercayaan diri, dan mendorong persahabatan.

Selain kecanggungan sosial, remaja juga cenderung mengalami perubahan drastis dalam perilaku atau nilai akademik yang mungkin mengkhawatirkan. Jika itu terjadi, segera cari perawatan medis jika anak remaja Anda menunjukkan perubahan suasana hati yang drastis, memiliki masalah dengan tidur, mengalami kenaikan atau penurunan berat badan yang berlebihan, atau pelanggaran alkohol, tembakau atau obat-obatan. Jenis perilaku tersebut bisa saja disebabkan oleh masalah yang mendasari seperti depresi, kecemasan atau masalah perilaku lainnya.

*pic intaanpermata.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY