Pubertas Dini Bagi Remaja Rentan Depresi

SehatFresh.com – Pubertas adalah fase yang menandai ketika seseorang mulai beranjak dewasa. Masa puber biasanya terjadi saat anak beranjak remaja. Dari segi fisik, masa puber ditandai dengan berbagai perubahan bentuk tubuh, mulai dari tumbuhnya payudara dan hadirnya menstruasi pada anak perempuan, dan tumbuhnya rambut dan perubahan suara pada anak laki-laki.

Terkadang, masa puber yang seharusnya dimulai saat memasuki usia 12 tahunan dapat datang lebih cepat pada sebagian anak. Namun, hal ini tidak selalu terdeteksi dengan mudah. Pasalnya ada beberapa anak mengalami masa puber yang terlalu dini namun tidak menunjukkan gejala tertentu. Jika usia anak perempuan tidak lebih dari 8 tahun dan anak laki-laki tidak lebih dari 9 tahun dan tanda-tanda puber sudah terjadi, hal ini termasuk ke dalam pubertas dini.

Telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa semakin awal seorang anak perempuan memasuki masa pubertas, resiko mereka mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental juga semakin besar. Sebuah penelitian mengungkap bahwa remaja yang mengalami puber terlalu awal cenderung berisiko lebih tinggi untuk mengalami depresi, memiliki citra diri yang buruk, dan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Puber dini juga berkaitan dengan banyaknya masalah sosial yang dialami anak seperti konflik dengan keluarga dan teman, serta cenderung memiliki teman yang sering terlibat dalam masalah. Penelitian ini juga menemukan bahwa efek puber terlalu awal terhadap meningkatnya kemungkinan depresi juga terjadi pada remaja laki-laki. Efeknya hampir sama dengan yang dialami oleh remaja perempuan. Namun peneliti menemukan bahwa waktunya kemungkinan berbeda antara remaja perempuan dan laki-laki. Ketika mengalami puber yang terlalu dini, remaja perempuan akan langsung bereaksi dan menyebabkan kemungkinan depresi, masalah dengan lingkungan, dan rasa percaya diri yang menurun. Sementara remaja laki-laki lebih lambat dalam menanggapi ini dan baru merasakan efeknya di kemudian hari.

Anak-anak yang mulai pubertas di usia dini mungkin merasa berbeda dari rekan-rekan mereka, yang akhirnya dapat menimbulkan masalah sosial dan emosional seperti kepercayaan diri yang rendah, depresi, dan penyalahgunaan zat. Sebagai orang tua, Anda juga mungkin mengalami kesulitan berurusan dengan perkembangan awal anak Anda. Konseling psikologis dapat membantu keluarga untuk lebih memahami dan menangani emosi, masalah, dan tantangan yang menyertai pubertas dini ini. Jika memiliki pertanyaan atau membutuhkan petunjuk tentang konselor yang berkualitas, dokter dapat memberikan rekomendasi yang sesuai kebutuhan Anda.

Setiap orangtua harus lebih waspada terhadap dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari kasus pubertas dini pada anak-anak. Pendampingan orang tua sangat dibutuhkan oleh remaja dalam perjalanan mereka menuju tahap kedewasaan.

Sumber gambar : berita-sulsel.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here