Resiko dan Bahaya Melahirkan Dengan Metode Lotus Birth

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat ini muncul sebuah gerakan alami dalam proses persalinan yaitu membiarkan tali pusat terlepas dari bayi secara alami. Ketika bayi baru lahir maka biasanya memiliki tali pusat yang terhubung secara langsung dengan plasenta. Dalam dunia medis biasanya tali pusat akan segera dipotong sesaat setelah bayi lahir. Namun persalinan alami yang menjadi tren akhir-akhir ini menentang prosedur ini.

Sekarang sudah banyak orang tua yang memilih prosedur ini, meskipun memang terlihat lebih merepotkan dibandingkan ketika memotong tali pusat sesaat setelah dilahirkan. Tentu ada banyak latar belakang dari pilihan lotus birth, dan orang tua bisa memilih tindakan yang alami atau mengikuti prosedur medis. Apa saja resiko dan bahaya yang kemungkinan terjadi pada metode lotus birth? Berikut risikonya:

  1. Resiko kuning

Metode melahirkan dengan lotus birth dapat meningkatkan resiko terjadinya bayi mengalami kadar bilirubin yang tinggi yang menyebabkan bayi tampak terlihat berwarna kuning. Hal ini disebabkan karena pasokan darah ekstra yang diperoleh dari tali pusat. Apabila bayi yang telah dilahirkan dengan metode ini dan kemudian mengalami ikteri (warna kulit bayi berwarna kuning) kemungkinan proses penyembuhannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan panjang.

  1. Resiko infeksi

Plasenta yang masih dipertahankan menyambung dengan tali pusat bayi maka akan beresiko lebih besar terjadinya infeksi. Menurut pernyataan seorang juru bicara RCOG Inggris mengatakan bahwa segera setelah bayi lahir maka plasenta atau tali pusat akan berhenti berdenyut. Hal ini membuat ari-ari menjadi sebuah jaringan yang mati dan tidak begitu bermanfaat jika dipertahankan karena kandungan darah di dalam ari-ari akan rentan terkena infeksi sehingga berbahaya bagi bayi. Hal ini didukung oleh pernyataan seorang dokter obgyn dan profesor klinis di Pusat Kesehatan Langone Universitas New York yang bernama Dr. William Schweizer yang menyatakan bahwa metode lotus birth memiliki resiko yang signifikan bagi bayi karena penundaan pemotongan tali pusat dapat beresiko terjadinya infeksi. Selain itu menurut pernyataan beliau tidak ada dokumentasi medis yang mengungkapkan setelah darah dari ari-ari yang di transfer kepada tubuh bayi tidak ada fungsinya membiarkan tali pusat masih terhubung dengan bayi dalam waktu yang lama bahkan hingga berhari-hari.

  1. Resiko terjadinya perdarahan

Dengan tingkat repot yang lebih tinggi maka resiko terjadinya perdarahan juga lebih besar. Karena pada saat anda akan berpergian atau dalam keadaan tertentu anda lupa tidak membawa tempat atau wadah plasenta tersebut maka resiko tertariknya plasenta akan lebih besar sehingga dapat menimbulkan perdaraha. Hal ini tentunya sangatlah beresiko bagi kondisi tali pusat yang masih terhubung dengan plasenta. Jadi jika bunda dan keluarga memilih melahirkan menggunakan metode ini maka bunda dan keluarga juga harus berhati-hati dalam segala tindakan untuk meminimalisir terjadinya perdarahan yang akan membahayakan nyawa si kecil.

  1. Lebih repot

Melahirkan dengan menggunakan lotus birth memiliki tingkat repot yang lebih tinggi dalam kondisi apapun kita harus membawa wadah atau tempat untuk menyimpan plasenta. selain itu bunda harus rajin dan telatin dalam perawatan tali pusat dan plasenta yang masih terhubung tersebut untuk selalu di jaga kebersihan dan kelembabannya. Apabila plasenta dalam keadaan kotor dan lembab maka akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bakteri, virus, dan jamur pada plasenta sehingga resiko terjadinya infeksi akan lebih besar.

  1. Menimbulkan bau tidak sedap

Melahirkan dengan menggunakan metode lotus birth anda memiliki resiko untuk selalu mencium bau busuk setiap hari saat merawat bayinya. Bau tidak sedap tersebut berasa dari plasenta atau ari-ari yang sedang mengering. Mungkin pada hari pertama anda tidak akan merasakan bau busuk dari plasenta tersebut, akan tetapi anda dapat merasakan bau tidak sedapnya di hari berikutnya.

Setelah mengetahui bahaya dan resiko yang akan di peroleh dari metode ini tentunya bunda dapat memilih tindakan yang akan di ambil saat akan melahirkan. di zaman moedernisasi ini tentunya jika ada cara atau metode yang lebih aman dan sedikit resikonya kenapa harus memilih cara yang memiliki resiko bahaya yang lebih besar. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here