Risiko Kesehatan Yang Mengintai Wanita Peminum

SehatFresh.com – Ketika seseorang “minum”, alkohol melewati ke seluruh bagian tubuh melalui darah hingga otak. Sedikit alkohol saja dapat meningkatkan aktifitas listrik di otak dan menghasilkan efek euforia, sehingga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi depresi. Ketika seorang wanita menjadi seorang pecandu alkohol, ia menjadi secara fisik tergantung pada alkohol. Seiring waktu, kebiasaan minum ini (alkoholisme) dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius.

Masalah neurologis
Alkohol dapat merusak otak. Wanita mungkin memiliki kerentanan yang lebih tinggi daripada pria. Alkoholisme dapat menyebabkan kekurangan vitamin terkait tiamin, yang mengarah ke kondisi neurologis yang disebut sindrom Wernicke-Korsakoff. Sindrom Wernicke-Korsakoff ini dibagi menjadi dua kondisi. Pertama, ensefalopati Wernicke, menyebabkan kelumpuhan saraf gerakan mata, kebingungan mental dan masalah koordinasi. Kedua, psikosis Korsakoff, yang menyebabkan hilangnya memori di mana pasien tidak dapat mengingat informasi masa lalu dan tidak bisa menciptakan kenangan baru. Untuk menebus kehilangan memori tersebut, pasien mereka-reka, atau membuat cerita yang mereka percaya adalah benar. Diperkirakan 80 sampai 90 persen dari pecandu alkohol yang terkena ensefalopati Wernicke bisa berlanjut menjadi psikosis Korsakoff.

Alkoholisme juga dapat mengakibatkan kerusakan saraf. Wanita pecandu alkohol dapat mengembangkan kondisi yang disebut neuropati perifer, yang memengaruhi saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang. Gejala neuropati perifer tergantung pada jenis saraf yang terkena. Misalnya, kerusakan pada saraf sensorik menyebabkan mati rasa dan kesemutan, sedangkan kerusakan pada saraf motorik dapat menyebabkan kurangnya kontrol otot. Dan kerusakan saraf otonom dapat menyebabkan inkontinensia urin.

Kanker
Wanita pecandu alkohol lebih berisiko terkena kanker tertentu. Menurut penelitian, ada sedikit peningkatan risiko kanker payudara ketika seorang wanita minum dua atau lebih minuman beralkohol sehari. Alkoholisme juga meningkatkan risiko kanker tenggorokan, kanker kerongkongan, kanker mulut, kanker laring, kanker anus dan kanker usus besar pada wanita.

Penyakit liver alkoholik
Para wanita pecandu alkohol terancam mengalami kerusakan serius pada hati mereka. Tiga jenis penyakit hati terkait konsumsi alkohol berat meliputi perlemakan hati, hepatitis alkoholik dan sirosis. Pada perlemakan hati, ditemukan adanya akumulasi lemak yang lebih tinggi pada hati. Hepatitis alkoholik adalah kondisi peradangan hati, sedangkan sirosis merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya jaringan parut pada hati. The Clearinghouse Nasional Alkohol dan Drug Information mencatat 10 sampai 20 persen peminum berat mengembangkan sirosis. Dan wanita memiliki risiko lebih tinggi terhadap hepatitis alkoholik dan sirosis.

Pankreatitis
Alkoholisme dapat memengaruhi pankreas, bagian dari tubuh yang memproduksi insulin. Hal ini dapat mengakibatkan pankreatitis, atau peradangan pada pankreas, yang menyebabkan gejala seperti penurunan berat badan dan sakit perut yang parah. Penn State Milton S. Hershey Medical Center menyatakan pankreatitis kronis lebih sering terjadi pada pria, namun wanita yang menjadi peminum berat juga sama berisikonya.

Masalah jantung
Alkoholisme dapat merusak otot jantung, yang mengarah pada kardiomiopati. Kardiomiopati mungkin tidak menyebabkan gejala pada tahap awal, namun para wanita dengan kardiomiopati lanjutan mungkin menunjukkan gejala sesak napas, pusing, kelelahan dan kaki bengkak. The National Clearinghouse for Alcohol and Drug Information menambahkan bahwa wanita yang menjadi pecandu alkohol berisiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Sumber gambar : www.waterlic.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY