Tipe Remaja Yang Rentan Sakit Jantung

Penyakit jantung menjadi salah penyakit yang menjadi momok menakutkan saat ini. Jika dulu penyakit jantung diidentikkan sebagai penyakit orang tua, sekarang ini kasus penyakit jantung pada orang yang lebih muda termasuk remaja semakin banyak jumlahnya. Faktanya, gaya hidup para remaja sekarang ini dapat memperbesar resiko penyakit jantung di saat mereka menginjak masa dewasa. Penyakit jantung dan stroke memang ada hubungannya dengan risiko umur. Semakin tua Anda,  kemungkinan menderita penyakit ini lebih besar, tetapi tidak berarti bahwa kalau Anda masih muda, akan bebas dari ancamannya. Gaya hidup yang buruk sejak remaja erat kaitannya dengan berbagai penyakit termasuk penyakit jantung.

Setidaknya, ada tiga tipe remaja yang rawan terkena penyakit jantung:

  1. Remaja dengan pola makan yang buruk

Penelitian dari National Health and Nutrition Examination Survey di Amerika Serikat menunjukan bahwa remaja sekarang lebih banyak mengonsumsi makanan dengan kadar gula dan garam yang tinggi. Kelebihan gula bisa menyebabkan obesitas dan diabetes, sedangkan garam bisa menyebabkan kadar kolesterol kita menjadi tinggi. Risiko penyakit jantung meningkat pada remaja dengan obesitas.

Studi terbaru menujukkan bahwa remaja obesitas berpotensi mengalami kerusakan jantung tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala berarti. Obesitas akan memicu perlekatan lemak di pembuluh darah koroner. Pada orang dengan berat badan berlebih, jumlah sel lemaknya lebih banyak. Sel lemak tersebut akan mensekresi atau menghasilkan beberapa zat seperti leptin, IL6, dan TNF alfa. Zat-zat tersebut mengakibatkan resistansi insulin padahal insulin berperan mengolah gula. Jika berlangsung lama, resikonya kadar kolesterol naik, hipertensi, darah mudah menggumpal (protrombotik state), serta diabetes mellitus. Beberapa hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner.

  1. Remaja yang merokok dan terkena paparan asap rokok

Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional di tahun 2004, banyak remaja yang mulai mencoba merokok sejak umur 10 tahun. Di usia 15 -19 tahun, mereka sudah menjadi perokok aktif. Sekitar 20% dari semua kematian akibat penyakit jantung di Amerika Serikat, secara langsung berhubungan dengan merokok. Risiko seseorang terkena serangan jantung meningkat drastis seiring jumlah rokok yang dihisapnya.

Asap rokok tidak hanya mempengaruhi perokok. Asap rokok di sekitar lingkungan  mempengaruhi orang-orang yang sering berada di sekitar perokok. Perokok pasif berisiko terkena gangguan pernapasan kronis, kanker, dan penyakit jantung. Diperkirakan sekitar 35.000 perokok pasif meninggal karena penyakit jantung setiap tahun sebagai akibat dari paparan asap rokok lingkungan.

  1. Remaja yang kurang olahraga

Di era serba canggih ini, banyak hiburan yang bisa dilakukan tanpa menggerakan tubuh seperti main games, browsing internet hingga nonton TV. Sekarang bermain olahraga seperti sepakbola bisa digantikan oleh sebuah game. Hal ini semakin diperparah dengan makan atau ngemil yang tidak sehat saat mereka bermain game. Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga telah dihubungkan dengan perkembangan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes dan obesitas. Padahal, olahraga bisa membantu membakar lemak yang tertimbun di dalam tubuh. Kadar lemak yang terus menumpuk di dalam tubuh bisa meningkatkan kadar koresterol yang membahayakan jantung.

 *pic joglosemar.co


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here