Ancaman ISPA Pada Anak-Anak

SehatFresh.com – Di usia balita, anak-anak sangat rentan terhadap ancaman berbagai penyakit. Salah satu contoh yang paling umum, ketika mereka menghirup udara kotor atau berada di lingkungan yang kurang bersih, mereka sangat berpotensi terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA sangat rentan dialami anak-anak dikarenakan sistem pertahanan tubuh anak cenderung masih rendah. ISPA yang umumnya ditandai dengan gejala batuk pilek, angka kejadiannya di Indonesia sendiri masih cukup tinggi. Diperkirakan, seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun.

Secara garis besar, ISPA dibedakan menjadi common cold (pemicu utamanya adalah virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, dan adenovirus) dan influenza (disebabkan oleh virus influenza). Penyakit ini sering muncul pada musim pancaroba akibat sirkulasi virus di udara yang meningkat. Perubahan udara dari panas ke dingin juga seringkali membuat daya tahan tubuh anak menjadi lebih lemah. Akibatnya, anak-anak menjadi lebih rentan terkena penyakit.

Secara umum, efek pencemaran udara terhadap saluran pernapasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat, kaku atau bahkan tidak berfungsi sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernapasan dengan baik. Hal ini mengakibatkan produksi lendir menjadi meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernapasan hingga rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran napas. Akibatnya, bakteri tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernapasan sehingga potensi terjadinya infeksi pada saluran pernapasan menjadi semakin tinggi. Lebih buruknya, ISPA dapat berlanjut menjadi pneumonia (radang paru-paru) terutama pada anak-anak yang kurang gizi ditambah tinggal di lingkungan yang kebersihannya kurang terjaga.

Karena umumnya ISPA disebabkan oleh virus, sebagian besar anak yang terkena ISPA dapat sembuh dengan sendirinya, karena sistem daya tahan tubuh memiliki mekanisme sendiri dalam melawan virus tersebut. Jika anak demam, pastikan anak mendapat cukup istirahat, makan makanan bergizi dan kebutuhan cairannya terpenuhi. Meski demikian, ISPA tetap perlu diwaspadai guna mencegah terjadinya komplikasi. Jika anak tampak sesak, bernapas dengan cepat disertai hidung kembang kempis, atau dada dan perut tertarik, maka diperlukan pertolongan medis dengan segera.

Mencegah tentunya akan lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu, antasipasi yang paling utama adalah Anda harus sangat jeli dalam menjaga kebersihan setiap ruangan dalam rumah terutama tempat anak-anak bermain. Mulai dari lantai, meja dan kursi, pintu dan jendela, berbagai perabotan, sampai tempat tidur harus benar-benar dijaga kebersihannya. Anak menjadi mudah sakit mungkin saja disebabkan kondisi rumah yang kurang bersih. Anda juga perlu benar-benar memerhatikan asupan nutrisi anak. Pastikan anak Anda mendapat asupan nutrisi yang mencukupi agar kekebalan tubuhnya semakin meningkat sehingga tidak mudah jatuh sakit. Ingatlah bahwa perilaku hidup bersih dan sehat merupakan yang paling utama dalam pencegahan ISPA.

Sumber gambar : dokterintan.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY