Apa Itu Gangguan Kepribadian Penyendiri (Schizoid Personality Dissorder)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seseorang yang mengalami gangguan schizoid ini biasa nya seseorang yang tidak menginginkan atau menikmati hubungan sosial dengan oarang lain dan biasanya tidak mempunyai teman dekat. Seseorang yang memiliki kepribadian ini ia tampak tumpul, datar, dan menyendiri serta tidak memiliki perasaan hangat serta tulus kepada orang lain. Mereka juga jarang memiliki emosi yang kuat, daan tidak tertarik dengan lawan jenisnya.  Bersikap masa bodoh terhadap pujian, kritikan, dan perasaan orang lain kepada dirinya. Individu yang mengalami gangguan ini ialah seseorang yang penyendiri dan menyukai berbagai aktifitas yang dilakukan dalam kesendiriannya. Prevalensi gangguan kepribadian ini dilaporkan kurang dari 2% prevelensinya sedikit lebih kecil dari kaum  prempuan dibandingkan dengan kaum laki-laki.

Definisi

Ganguan kepribadian schizoid adalah salah satu kelainan dimana terjadi suatu keterbatasan terhadap ekspresi emosi dan pengalaman seseorang. Seseorang yang mengalami gangguan ini biasanya tetap mampu melakukan kegiatan sehari-hari tetapi tidak dapat membentuk suatu hubungan yang dekat dengan orang lain. mereka lebih suka menyendiri dan sering melamunkan sesuatu hal yang berlebihan. ganguan ini timbul pada saar seseorang mengakhiri remajanya seperti dewasa muda karena terdapat penyimpangan dari prilaku sosial dan emosi yang mengahambat seseorang tersebut untuk bisa berteman dekat dengan orang lain, mulai dari remaja atau dewasa muda, jika terus menurus gangguan ini akan berakibat gangguan fungsi atau sress internal.

Seseorang dikatakan mengalami gangguan kepribadian ini  apabila memenuhi kriteria seperti berikut ini :

  1. Disharmoni sikap dan perilaku yang cukup berat, biasanya meliputi beberapa bidang fungsi, misalnya afek, kesiagaanm pengendalian impuls, cara memandang dan berpikir, serta gaya berhubungan dengan orang lain
  2. Pola perilaku abnormal biasanya berlangsung lebih lama, berjangka panjang, dan tidak terbatas pada episode gangguan jiwa
  3. Pola perilaku seseorang yang abnormalnya bersifat pervasif (mendalam) dan (maladaptif) yang jelas terhadap berbagai keadaan pribadi dan sosial yang luas
  4. Manifestasi diatas selalu muncul pada masa kanak atau remaja dan berlanjut sampai usia remaja maupun dewasa muda
  5. Gangguan ini menyebabkan penderitaan berkepribadian (personal distress) yang cukup berarti, tetapi baru menjadi nyata setelah perjalanan yang lanjut
  6. Gangguan kepribadian ini biasanya, tetapi tidak selalu, berkaitan secara bermakna dengan masalah-masalah dalam pekerjaan dan kinerja sosial.

Gejala

Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian memiliki ciri-ciri seperti:

  1. Hubungan pribadinya dengan orang lain terganggu dalam arti sikap dan perilakunya cenderung merugikan orang lain.
  2. Seseorang tersebut Memandang bahwa semua kesulitannya oleh nasib buruk atau perbuatan jahat orang lain, dengan kata lain, penderita gangguan ini tidak pernah merasa bersalah.
  3. Seseorang berkepribadian ini biasanya Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain, bersikap manipulatif atau senang mengakali, mementingkan diri sendiri, tidak punya rasa bersalah, dan tidak mengenal rasa sesal bila mencelakakan orang lain.
  4. Seseorang dengan gangguan kepribadian ini tidak pernah dapat menjelaskan diri dari pola perilaku tingkah lakunya yang adaptif.

Selalu menghindari tanggung jawab atas masalah-masalah yang mereka timbulkan.(NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here