Apa Penyebab Social Anxiety Disorders atau Fobia Social?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah anda merasa gugup di saat-saat tertentu seperti berbicara di depan banyak orang atau sedang berkumpul dengan banyak orang? Rasa gugup tersebut disertai malu yang berlebihan? Jika iya, maka perlu hati-hati karena bisa saja menderita Social Anxiety Disorder atau disebut juga dengan fobias social.

Social anxiety disorder adalah rasa ketakutan yang ekstrem dalam situasi sosial atau yang melibatkan performa tertentu terutama situasi yang sama sekali asing atau dimana anda merasa diawasi dan dievaluasi oleh orang lain. Social anxiety disorder atau fobia social terbagi menjadi dua. Pertama fobia sosial khusus adalah fobia sosial yang muncul ketika bertemu atau berada di dalam situasi-situasi sosial tertentu saja. Kedua, fobia sosial umum yaitu fobia sosial yang biasanya melibatkan rasa takut intens, persisten dan knonis. Gangguan fobia social ini cenderung dialami oleh remaja khususnya perempuan.

Terjadinya social anxiety disorder ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, meliputi:

  1. Keturunan atau kondisi biologis

Penyebab umum dari penyakit mental adalah kondisi biologis atau keterunan dan berlaku juga pada orang yang terkena fobia sosial. Fobia sosial dapat dialami seorang remaja jika ada salah satu dari anggota keluarganya yang memiliki riwayat terkena fobia sosial. Jika faktor keturunan adalah penyebab remaja terkena fobia sosial maka tanda dan gejala bisa dikenali dari ia masih kecil.

  1. Kondisi lingkungan sosial

Kondisi lingkungan sosial yang dapat menyebabkan remaja terkena fobia sosial yaitu remaja pernah mengalami trauma sosial berupa dikucilkan, di bully, pernah mengalami kejadian yang membuatnya merasa malu sekali. Hal itu akan semakin menjadi bila penderita berada dikondisi lingkungan yang tidak berpihak, tidak mendidik dan tidak memberi kesempatan pada penderita untuk berinteraksi.

  1. Kondisi psikologis

Ada beberapa keadaan psikologis yang membuat seseorang mengalami fobia sosial. Umumnya penderita fobia sosial lebih merasa harga dirinya rendah, takut di tolak oleh lingkungan, rasa percaya diri yang rendah hingga membuatnya menjadi fobia sosial dengan faktor pendukung lainnya.

  1. Kondidi tradisi

Tradisi ini lebih dimaksudkan ke kebiasaan orang tua dalam mendidik anaknya. Anak atau remaja yang sering tertekan sejak masa kecilnya karena didikan orang tuanya, sering pindah domisili juga menjadi pemicu remaja mengalami fobia sosial.

  1. Cara berpikir dan karakter

Karakter seseorang juga menjadi penyebab terkena fobia sosial. Mereka yang memiliki karakter dan cara berpikir instan akan merasa malu dan rendah diri jika sesuatu yang dia harapkan tidak terjadi sesuai keinginannya. Sehingga mereka takut disalahkan atau tidak mampu melakukan sesuatu hingga mereka merasa fobia sosial. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here