Area Tubuh yang Rawan Terkena Kista

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketika mendengar kata kista, kebanyakan orang akan mengidentikkan dengan penyakit yang hanya ada pada wanita. Nyatanya, kista juga dapat terjadi pada bagian tubuh pria. Umumnya, kista pada tubuh pria terjadi pada testis, tempat dimana terjadinya pembentukan sel sperma dan hormon testosteron. Kista pada testis ini disebut spermatokel atau kista spermatik. Kista ini dapat terjadi pada segala usia, tapi sering terjadi pada pria usia 40 tahun ke atas.

Apa sebenarnya kista itu?

Kista merupakan sebuah gumpalan yang berbentuk cairan, menempel pada bagian tubuh tertentu yang apabila dibiarkan akan semakin membesar. Bentuk kista adalah bervariasi, dan umumnya berbentuk seperti Kristal yang berisi cairan kental. Kista dapat berisi nanah, dan atau udara, juga bisa berupa materi lainnya. Kista bisa terjadi akibat cedera atau peradangan. Perkembangan kista juga cenderung lambat, sehingga risiko untuk pecah juga cenderung rendah. Dalam hal kista pada testis, penyumbatan pada saluran testis juga dapat menyebabkan pembentukan kista atau spermatokel.

Testis merupakan organ reproduksi terpenting bagi pria. Dalam testis, terjadi pembentukan sel sperma dan pembentukan hormon testosteron. Karena itu, kesehatan testis perlu sekali untuk diperhatikan untuk mencegah berbagai penyakit lainnya yang tidak diinginkan. Testis sangat sensitif dan rentan terhadap cedera. Nyeri pada testis dapat terjadi karena banyak alasan. Walaupun pada beberapa kondisi tidak serius, nyeri testis terkadang dapat menjadi bagian dari kondisi yang berbahaya.

Selain pada testis, kista pada pria juga sering terjadi pada bagian bokong. Sebutan kista pada bokong ini adalah pilonidal. Mereka yang mengalami kondisi ini biasanya lebih banyak terjadi pada orang-orang yang memiliki aktivitas duduk lebih banyak seperti supir dan anak-anak muda.

Sekitar setengah dari orang-orang yang menderita kondisi ini memiliki penyakit Pilonidal kronis. Pilonidal yang berulang tidak begitu intens dan menyakitkan dibandingkan dengan gejala yang akut karena nanah keluar dari sinus dan melepaskan tekanan. Akan tetapi, infeksi tersebut dapat berlangsung secara jangka panjang hingga kista harus diangkat dengan operasi.

Pada beberapa kasus langka dari kista Pilonidal terjadi di bagian-bagian tubuh selain di dekat tulang ekor. Misalnya, banyak tukang cukur rambut, perawat kecantikan anjing dan pencukur domba yang terkena kista pilonidal pada kulit di antara jari-jari.

Sampai saat ini penyebab dari Pilonidal tidak diketahui, akan tetapi faktor-faktor seperti perubahan hormon, pertumbuhan rambut, dan gesekan dari pakaian atau karena duduk untuk waktu yang lama menjadi yang paling umum yang memicu kista Pilonidal. Untuk penanganan berupa pengeringan dan operasi pengangkatan kista. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here