Asap Vape (Rokok Elektrik) Berbahaya Bagi Orang Disekitarnya

0
3
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang diketahui jika rokok telah mengalami perubahan bentuk. Seiring perkembangan zaman, kini muncul rokok elektrik atau yang lebih populer dengan istilah vape. Dalam penggunaannya vape memanfaatkan tenaga baterai untuk memanaskan atau menguapkan cairan yang umumnya memiliki kandungan nikotin.

Apa saja yang terkandung dalam uap vape?

Uap cairan yang dihasilkan kemudian dihirup oleh pengguna ketika menekan tombol di perangkat vaporizer tersebut. Langkah berikutnya adalah menghembuskan asap vape ke udara. Asap yang dihasilkan dari rokok elektrik dalam sekali hisapan, jika dibandingkan lebih banyak dari rokok tembakau.

Dirangkum dari berbagai sumber, umumnya cairan yang dipakai pada perangkat vape terdiri dari 4 bahan utama. Empat bahan utama itu adalah gliserin nabati, propilen glikol, nikotin, dan perasa tambahan. Selain itu diperkirakan masih mencakup bahan-bahan kimia pendukung lainnya.

Setelah dipanaskan cairan uap itu menjadi kabut asap untuk kemudian dihirup, layaknya asap rokok tembakau sebelum dilepaskan ke udara. Selain mengandung partikel uap air, asap vape juga mengandung partikel nikotin ultra-halus. Selain itu juga senyawa polutan organik yang gampang menguap dan hidrokarbon yang memiliki potensi karsinogenik lainnya ke udara.

Lantas bahayakah jika orang lain ikut menghirup asap vape?

Rupanya hasil studi dan penelitian ilmiah terkait efek kesehatan dari pengaruh asap vape pada orang yang menghirupnya, masih terbatas. Namun kebanyakan pakar kesehatan memperkirakan jika paparan polutan dari vape, mungkin dapat memicu masalah pada kesehatan.

Hal tersebut dikarenakan partikel super halus yang terangkut bersama asap, mungkin bisa menumpuk pada paru-paru. Paparan partikel super halus bisa menyebabkan masalah pernapasan pada seseorang. Misalnya saja menimbulkan asma, radang paru-paru, hingga menyempitkan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung.

Studi ilmiah mengenai uap asap vape, apa hasilnya?

Banyak pakar kesehatan yang berpendapat bahwa asap vape dapat memicu efek ringan pada paru-paru, tidak terkecuali kerusakan protein dan peradangan. Hal ini dibuktikan dari penelitian Dr Thomas Sussan dan Dr. Shyam Bishwal dari Departemen Ilmu Kesehatan Lingkungan di Bloomberg School.

Sussan dan Bishwal mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan kerentanan pelemahan sistem kekebalan tubuh serta infeksi pernapasan pada tikus yang diuji coba. Tikus-tikus tersebut ditempatkan dalam ruangan yang sudah berisi asap vape.

Bahkan beberapa tikus yang telah menghirup asap vape dilaporkan meninggal pada akhir penelitian ini. Tim peneliti menduga jika efek negatif yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh, dipicu oleh radikal bebas.

Rupanya racun yang sangat reaktif itu juga dijumpai pada asap rokok tembakau, bahkan polusi kendaraan bermotor. Racun tersebut mampu merusak DNA, sehingga menyebabkan kematian sel dan molekul lain di dalam tubuh. Setidaknya penelitian ini bisa menjadi rujukan bahwa asap uap vape tetap berbahaya bagi tubuh. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY