Bahaya Penggunaan KB Spiral Bagi Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Spiral merupakan salah satu alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan yang dipasang di dalam rahim. Masyarakat awam juga mengenal nama lainnya, yaitu IUD yang merupakan kependekan dari intrauterine device dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim). Bentuknya beraneka ragam, tapi yang banyak dipakai di masyarakat adalah yang berbentuk spiral. Bentuk lain misalnya berbentuk huruf T dan bentuk kumparan.

Ada jenis yang mengandung tembaga (copper-T) dan perlu diganti setiap dua tahun. Spiral yang banyak gunakan pada program Keluarga Berencana dapat dipakai da jangka waktu yang lama, karena tidak mengandung logam. Kebanyak orang tergiur dengan manfaat dari KB spiral, terkadang mereka melupakan bahaya yang ditimbulkan dari pengunaan KB tersebut.

Bahaya yang ditimbulkan

Meskipun dianggap relatif aman dan praktis, namun penggunaan alat kontrasepsi ini juga dapat menimbulkan beberapa efek samping atau bahaya bagi akseptor seperti :

  1. Terjadinya perdarahan ringan (spotting)

Perdarahan ini umumnya terjadi selama dua hingga tiga hari pasca dilakukan pemasangan spiral. Meskipun dianggap sesuatu yang wajar, namun kadang kala timbulnya perdarahan ringan yang dialami oleh akseptor dapat membawa dampak pada kondisi psikologisnya, misalnya timbul kecemasan dan rasa was-was pada akseptor.

  1. Spiral dapat terlepas dan dapat menimbulkan luka pada rongga rahim

Pemasangan yang kurang berhati-hati serta ukuran spiral yang tidak sesuai dengan besar kecilnya rahim dan kedalaman rahim tidak akan membawa manfaat apapun bagi akseptor. Hal tersebut justru dapat mengakibatkan spiral terlepas atau bergeser dari tempat pemasangannya. Ada juga dampak yang lebih buruk, yaitu timbulnya luka pada rongga rahim akseptor.

  1. Timbulnya keputihan

Pemasangan spiral menjadi salah satu penyebab keputihan. Hal ini dikarenakan spiral termasuk benda asing yang dimasukkan kedalam tubuh akseptor dan kemungkinan besar terjadi iritasi akibat spiral maupun benangnya. Meskipun dianggap suatu kewajaran, akan tetapi apabila keputihan tersebut dibarengi dengan timbulnya rasa gatal, bau busuk yang menyengat, serta terjadi perubahan warna pada keputihan menjadi kuning maupun kehijauan perlu segera diperiksakan kepada dokter kandungan, karena hal tersebut menandakan bahwa telah terjadi infeksi.

  1. Terjadinya perdarahan di rongga perut

Komplikasi lebih lanjut dari bahaya KB spiral ialah saat pemasangannya bisa terjadi perdarahan hebat pada rongga rahim. Hal ini disebabkan karena pada saat pemasangan kurang hati-hati, atau bisa juga pada saat pemasangan kondisi rahim terlalu lunak akibat pasca melahirkan atau pasca menjalani operasi caesar sehingga menimbulkan perforasi atau jebolnya dinding rahim. Jika perdarahan ini terlanjur terjadi, maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses penyembuhannya. Jalan satu-satunya adalah dilakukan operasi bedah perut (laparatomi).

  1. Siklus menstruasi yang kacau

Salah satu dampak dari pemasangan KB spiral yaitu tidak teraturnya siklus menstruasi atau terjadinya perdarahan diluar siklus menstruasi pada akseptor.

  1. Terjadinya peradangan serviks atau infeksi

Seorang akseptor yang lalai melakukan kegiatan kontrol pada waktu yang telah ditentukan atau mengabaikan terjadinya keluhan-keluhan akan merugikan kondisi kesehatannya. Misalnya terjadi peradangan pada daerah serviks atau infeksi pada rahim. Jika hal tersebut terlanjur terjadi, maka langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pengangkatan kembali spiral yang sudah terpasang hingga gangguan tersebut sembuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY