Gejala Tifus yang Biasa Dialami oleh Anak

ramepedia.com

SehatFresh.com – Tifus adalah infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B, dan C, bakteri tersebut juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).

Di Indonesia, sekitar 800–100.000 orang terkena penyakit tifus atau demam tifoid sepanjang tahun. Demam ini biasanya muncul di musim kemarau dan lebih rentan menyerang anak perempuan, diperkirakan angka kejadian penyakit ini adalah 300–810 kasus per 100.000 penduduk/tahun. Insiden tertinggi didapatkan pada anak-anak, peningkatan kasus saat ini terjadi pada usia dibawah lima tahun.

Tifus bisa menyerang siapa saja tak terkecuali anak anak dan bayi. Gejala penyakit tifus pada anak memiliki ciri yang khas, yaitu demam dan mulut berbau tidak sedap, nyeri perut bahkan  diare.

Gejala khas lainnya ialah fase demam yang naik turun. Bayi juga bisa mengalami gejala tifus. Biasanya berakibat dari kandungan sang ibu terinfeksi bakteri tifus, selain itu melalui asi juga bisa menularkan bakteri tersebut.

Gejala tifus umumnya mulai muncul pada satu sampai tiga minggu setelah tubuh terinfeksi, dengan ciri-ciri demam tinggi yang dapat mencapai 39°C-40°C, sakit kepala, sakit perut, diare atau konstipasi.

Sakit tifus harus segera ditangani meskipun terlihat seperti demam biasa, pada fase yang sudah berat penyakit ini bisa menimbulkan kebocoran di usus bahkan kematian. Pengobatan alami untuk gejala penyakit tifus ialah istirahat total. Terdapat beberapa pengobatan medis maupun tradisional yang mampu menyembuhkan tifus yaitu:

  • Pengobatan medis. Pengobatan penyakit tifus secara medis yaitu dengan menggunakan analgesik dan antibiotika. Antibiotik yang biasa digunakan yaitu jenis Chloramphenikol dan Thiamphenikol yang diberikan hingga tujuh sampai 10 hari. Walaupun panasnya sudah turun, antibiotik ini harus diminum sampai habis. Pasalnya, jika tidak diminum hingga habis bakteri tifus yang belum mati akan menyebabkan penyakit ini kambuh.
  • Pengobatan tradisional. Pengobatan sakit tifus secara tradisional biasanya menggunakan cacing tanah atau rebusan labu. Jika Anda ingin menggunakan cacing, caranya yaitu dengan merebusnya kemudian diminum air rebusanya atau bisa menggunakan kapsul china yang berisi bubuk cacing tanah. Jika menggunakan labu caranya dengan membuat jus labu yang telah dibuang kulitnya, kemudian diminum rutin setiap hari. Penderita tifus harus istirahat total dan diet makanan yang berserat tinggi, perbanyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori dan protein.

Untuk menghindari penyakit ini terdapat vaksin yang bisa disuntikan ataupun diminum. Vaksin ini bisa melindungi tubuh dari penyakit tifus. Sebaiknya, jaga kesehatan dengan olahraga teratur dan jangan beraktivitas hingga stamina turun. Stamina yang turun memudahkan berbagai kuman dan bakteri menerobos pertahanan kekebalan tubuh. Jika telah terkena tifus sebaiknya menjaga kesehatan dan jangan  melakukan aktivitas yang dapat  melelahkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY