Bangsa atau Kota Kuno dengan Perilaku Seks Menyimpang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejumlah bangsa atau kota kuno terkenal dengan kejayaannya. Di samping itu, ada pula beberapa bangsa atau kota kuno yang terkenal dengan keburukannya, termasuk perilaku seks warganya. Ini bisa menjadikan pelajaran bagi orang yang hidup setelahnya.

Berikut adalah beberapa bangsa atau kota kuno dengan perilaku seks warganya yang menyimpang:

  • Pompeii

Tidak ada contoh lebih tepat lagi untuk menggambarkan sebuah kota kuno dengan perilaku seks menyimpang dibandingkan Pompeii. Terletak di Italia, Pompeii di masa lalu memang benar-benar maju. Sayangnya, kota ini adalah sumber kemaksiatan. Hampir setiap orang bebas melakukan hubungan badan di mana saja, bahkan di jalan-jalan. Hampir setiap bangunan di sana dipakai sebagai rumah bordir. Hingga akhirnya pada suatu hari, Gunung Vesuvius yang ada di utara Pompeii mengalami erupsi dahsyat dan meluluhlantahkan kota tersebut. Terlambat untuk menyadari bencana, warga Pompeii tak sempat melarikan diri. Hasilnya, adalah jasad-jasad manusia membatu yang hingga kini masih ada.

  • Sodom dan Gomora

Sodom dan Gomora dulu tinggal berdekatan dengan Laut Mati. Kedua bangsa ini dikenal berkecukupan dan bahkan bisa dibilang makmur. Namun, kedua bangsa ini juga terkenal dengan perilakunya yang menyimpang. Para lelakinya tidak mau menikah dengan wanita dan sebaliknya. Bahkan hubungan sesama jenis tersebut sudah bukan hal yang tabu lagi. Tidak jarang, orang-orang malah melakukannya di tempat-tempat terbuka. Gempa besar pun ditimpakan kepada mereka dan seketika Sodom dan Gomora pun hilang dari peta dunia. Istilah ‘sodomi’ pun diambil dari kata ‘sodom’.

  • Romawi kuno

Kalangan elit Romawi kuno kerap melakukan hubungan seks di hadapan para budak. Ahli sejarah bernama Mary Beard memaparkan hal tersebut dalam suatu tayangan dokumenter. Dalam pengamatannya, Mary Beard melihat adanya lukisan di Pompeii yang menggambarkan pasangan sedang melakukan hubungan seks di hadapan seorang budak di latar belakang. Mary mengatakan, “Ini adalah contoh jelas bahwa kaum budak dianggap tak ada. Lukisan itu menunjukkan bahwa mereka seakan tidak terlihat”.

  • Mesir kuno

Kaum elit penguasa Mesir Kuno memandang dirinya sebagai keturunan para dewa sehingga merasa perlu menjaga ‘kemurnian’ kaumnya dengan melakukan pernikahan sedarah (incest). Akibatnya, bermunculan sejumlah penyakit turunan yang berkaitan dengan incest.

  • Yunani kuno

Pada masa Yunani kuno, seorang laki-laki dikatakan seseorang yang mempunyai kedudukan tertinggi apabila aktif dalam berhubungan seks. Sayangnya, mereka tidak memandang jenis kelamin sehingga banyak yang melakukan hubungan seks dengan sesama jenis.

  • India kuno

Bangsa India kuno juga memiliki perilaku seks yang menyimpang. Hal ini bisa dilihat dari pahatan-pahatan erotis di banyak candi di sana. Pahatan-pahatan tersebut menunjukkan hal yang sangat mencengangkan di mana banyak orang melakukan aksi berhubungan badan beramai-ramai, bahkan dengan binatang. Pahatan di candi seperti ini biasanya adalah representasi apa yang jadi kebiasaan penduduk kala itu. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here