Benarkah Bersepeda Berdampak pada Resio Impotensi?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah benar memiliki hobi bersepeda menyebabkan gangguan seksual? Ternyata olahraga bersepeda dengan durasi yang lama dan intensitas sering dapat meningkatkan resiko gangguan pada alat kelamin pria maupun wanita.

Bersepeda menyebabkan impotensi

Banyak peneliti telah meneliti hubungan antara olahraga bersepeda dengan permasalahan seksual. Seperti penelitian yang dilakukan di Norwegia dengan melibatkan 160 pria untuk berpartisipasi dalam tur sepeda sejauh 324 mil. Dan benar saja, penelitian itu menunjukkan bahwa satu dari lima pria mengalami mati rasa di area penisnya dalam waktu kurang lebih satu minggu. Kemudian, didapatkan data sebanyak 13 persen dari peserta tur mengalami impotensi selama satu minggu setelah tur berakhir.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institute for Occupational Safety and Health pada unit patroli polisi bersepeda, membuktikan jika duduk di jok atau sadel seperti sepeda setiap hari bisa mengakibatkan impotensi serta penurunan performa seksual.

Tidak hanya berisiko pada pria, namun juga wanita

Dalam sebuah jurnal kesehatan, Journal of Sexual Medicine menunjukkan bahwa wanita yang sering berolahraga dengan sepeda memiliki risiko mati rasa pada organ seksualnya dan dapat menurunkan gairah seksualnya. Penurunan sensasi pada organ seksual wanita dapat terjadi apabila ia mengendarai sepeda dengan posisi jok lebih tinggi daripada posisi setang atau kemudi sepeda.

Ini disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan saraf dan pembuluh darah di area kelamin. Penelitian ini dilakukan pada 48 wanita yang semuanya aktif bersepeda, dengan rata-rata 10 mil dalam seminggu. Satu bulan kemudian, banyak wanita dari kelompok tersebut yang mengeluh kesemutan, nyeri dan mati rasa pada pinggul serta daerah alat kelamin mereka.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Ketika seseorang bersepeda, berat badan Anda seluruhnya akan tertumpu pada pinggung (bokong), pada area tersebut terdapat bagian tubuh yang disebut perineum, yakni organ perantara antara anus dengan penis (pria) dan klitoris (wanita). Perineum terdiri dari saraf dan pembuluh darah yang memasok darah ke organ vital. Bentuk sadel sepeda yang kecil dan panjang memiliki hidung di ujungnya membuat perineum tertekan dan sulit mengaliri darah ke alat vital sehingga berisiko merusak jaringan saraf karena tekanan yang terlalu sering. Mati rasa hingga impotensi pada alat kelamin pria juga disebabkan oleh tidak normalnya aliran darah ke alat kelamin dan adanya gangguan jaringan saraf pada perineum

Ereksi atau menegangnya penis dapat terjadi jika ada rangsangan dari luar dan saraf otak akan mengirimkan ‘pesan gairah’ tersebut kepada penis. Untuk mencapai ereksi membutuhkan aliran darah yang baik dan penyampaian pesan yang baik pada jaringan saraf supaya dapat sampai ke penis. Namun akibat tak lancarnya aliran darah ke penis karena tersumbat dan pesan gagal untuk diterima, sehingga menyebabkan pria mengalami impotensi atau kegagalan untuk ereksi. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here