Benarkah Kencing atau Berkemih Jongkok Lebih Sehat?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pria saat buang air kecil sering disebut juga kencing atau berkemih sambil berdiri adalah hal lumrah. Padahal, buang air kecil dengan berdiri kurang baik, yang dianjurkan adalah jongkok saat pipis. Buang air kecil adalah proses pengosongan kandung kemih atau vesica urinaria yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh.

Di masa sekarang ini, toilet pria di banyak tempat, termasuk di pusat perbelanjaan macam mal hingga di tempat umum lainnya sampai terminal sekalipun, dirancang dengan posisi menggantung (urinal) dan memaksa kaum lelaki melakukan kencing dengan berdiri. Cara ini sebenarnya tidak baik bagi kesehatan. Faktanya bahwa berkemih sambil berdiri berpengaruh terhadap kesehatan prostat pria.

Hal senada juga bisa diamati pada toilet duduk yang juga sudah terdapat di banyak tempat. Memang, toilet duduk sangat membantu terutama bagi para lansia yang pasti akan kesulitan untuk jongkok, termasuk para ibu hamil sampai pasca melahirkan.

Sayangnya, toilet duduk dapat mempengaruhi proses alami pembuangan kotoran bahkan sampai mengakibatkan sembelit, wasir, penyakit usus, gangguan panggul dan infeksi saluran kencing. Dalam keadaan duduk, otot tidak dapat mempertahankan kontinuitas pengeluaran air seni.

Selain itu, tubuh juga sulit memberikan tekanan yang lebih pada proses berkemih sehingga tidak maksimal seperti yang terjadi pada pria yang berkemih saat berdiri. Jadi, cara berkemih yang sehat adalah dengan berjongkok. Kenapa harus jongkok? Ini dia penjelasannya.

  • Aliran kencing akan lebih baik dan sehat

Saat kita jongkok sempurna seperti saat buang air besar, kandung kemih kita akan tertekan dan semua air seni kita akan keluar dari tubuh tanpa bersisa dan usahakan batuk-batuk kecil (berdehem) agar lebih tertekan lagi kandung kemih kita dan tidak bersisa lagi air seni kita. Hal ini sesuai dengan penjelasan bahwa peningkatan tekanan intra perut akan membuat peningkatan tekanan intra vesica (kandung kemih) yang membuat aliran urine yang dikeluarkan menjadi lebih baik.

  • Lebih tuntas

Saat kita buang air seni dengan jongkok biasanya diikuti dengan buang gas. Ini artinya membuang sisa metabolisme lagi dan jarang sekali terjadi saat buang air seni dengan berdiri.

  • Posisi berdiri menyisakan air kencing

Saat kita buang air seni dengan berdiri, kandung kemih kita tidak tertekan sehingga air seni masih tertinggal sebagian dalam tubuh. Kemungkinan untuk pembentukan batu kandung kemih menjadi meningkat.

Maka, biasakan kencing dengan cara jongkok. Bila berada di toilet umum, maka pilihlah toilet yang tertutup atau kamar kecil dan tidak menggunakan toilet kencing yang menggantung (urinal). Bagaimana pun langkah kecil ini bisa menghindarkan kita dari penyakit yang tentunya kita semua ingin hindari. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here