Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Pembersih Vagina

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Vagina merupakan bagian sensitif yang di miliki oleh wanita. Selain itu ada beberapa resiko terjadinya penyakit yang dapat terjadi pada wanita yang menyerang organ reproduksi seperti vagina disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebersihan, hubungan seks, dan lain sebagainya. Sehingga kebersihan daerah tersebut harus senantiasa di jaga. Banyak wanita  yang menggunakan pembersih vagina sebagai upaya perawatan vagina.

Bolehkah ibu hamil menggunakan pembersih vagina? Ada pengaruhkan terhadap kehamilannya?

Perubahan hormon dan faktor lainnya menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu selama masa kehamilan seperti halnya keputihan dan rasa gatal di daerah vagina sehingga menimbulkan ketertarikan pada ibu untuk menggunakan pembersih vagina. Akan tetapi banyak pertanyaan mengenai hal ini apakah seorang ibu hamil boleh menggunakan cairan pembersih vagina?

Pertanyaan trsebut menjadi rumor dikalangan ibu hamil yang tentunya sangat membingungkan ibu hamil. Banyak produk pembersih vagina di pasaran, tentunya produk tersebut mengandung bahan kimia dan bahan pengawet yang beresiko bagi kesehatan ibu dan janin. Di dalam pembersih vagina mengandung cairan seperti douching. Cairan tersebut mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu kadar pH pada vagina menjadi tidak seimbang. Sehingga ibu harus berhati-hati dalam menggunakan produk pembersih vagina pada saat kehamilan. Berikut ini beberapa efek samping yang akan di peroleh apabila anda menggunakan pembersih vagina, diantaranya :

  1. Menghambat kehamilan

Bagi anda yang sedang mendambakan kehadiran seorang anak sebaiknya untuk meminimalisir penggunaan pembersih vagina, apalagi apabila anda gunakan sebelum melakukan hubungan intim dengan suami. Kandungan di dalam sabun pembersih vagina dapat mematikan sperma, sehingga pemakaian sabun pembersih vagina dapat mempersulit kehamilan.

  1. Komplikasi kehamilan

Penggunaan sabun pembersih vagina dapat meningkatkan resiko terjadinya kehamilan ektopik sebesar 76%. Apabila anda sering menggunakan sabun pembersih vagina maka akan mempengaruhi kadar pH di dalam vagina sehingga keadaan vagina dapat mengalami kekeringan karena hal ini akan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan ektopik. Perempuan yang sering menggunakan sabun pembersih vagina sebanyak 1 kali dalam seminggu akan lebih beresiko dan rentan mengalami kesulitan hamil dibandingkan yang tidak menggunakan sabun pembersih vagina tersebut.

  1. Infeksi

Pada umumnya produk pembersih vagina berfungsi untuk mengusir bakteri, patogen, virus dan jamur dalam vagina. Setiap pembersih vagina memiliki kadar pH yang berbeda-beda. Dan terkadang tidak sama dengan kadar pH yang seharusnya. Ketidakseimbangan kadar pH tersebut mengakibatkan bakteri baik yang terdapat di dalam vagina ikut terusir besama bakteri jahat, sehingga kondisi ini dapat menimbulkan infeksi. Apabila tidak segera di atasi maka infeksi tersebut dapat menyebar ke dalam rahim hingga tuba falopi. Hal ini tentunya akan beresiko kepada kondisi kesehatan janin dan ibu. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here