Cacingan pada Anak

0
118

SehatFresh.com – Cacingan merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing yang menyerang manusia. Ada berbagai jenis cacing yang dapat menginfeksi manusia, gejala yang ditumbulkannya juga berbeda. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan siklus hidup cacing dan cara cacing masuk ke dalam tubuh untuk menginfeksi.

Cacing-cacing yang umum menginfeksi manusia antara lain :

  • Cacing gelang: Cacing yang menimbulkan kerusakan pada lapisan usus halus yang dapat menyebabkan diare, sehingga mengganggu penyerapan karbohidrat dan protein.
  • Cacing tambang: Cacing yang menembus kulit kaki dan selanjutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam usus halus, paru dan jantung. Infeksi cacing jenis ini menimbulkan luka usus yang lebih dalam sehingga mengakibatkan pendarahan yag lebih berat dibanding infeksi cacing jenis lain.
  • Cacing kremi: Cacing yang bersarang di usus dan menimbulkan rasa gatal pada anus ketika pindah ke anus untuk bertelur. Bila digaruk, telur akan pecah dan larva masuk ke dalam dubur.

Cacingan sangat rentan dialami anak-anak terutama balita. Karena anak kecil sering bermain di tanah, infeksi lebih mudah terjadi saat tangan yang kotor dimasukkan ke mulut atau digunakan memegang makanan. Cacingan tidak bisa dianggap enteng, cacingan bisa menghambat pertumbuhan anak baik secara fisik maupun psikis. Infeksi cacing akan sangat berdampak pada kesehatan pencernaan terutama usus. Infeksi usus akibat cacingan dapat berakibat terhadap menurunnya status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain seperti malaria.

Gejala cacingan yang mudah terlihat adalah perut yang agak buncit. Namun, kondisi itu biasanya terjadi jika infeksi cacingan sudah parah. Gejala dan ciri anak cacingan sebenarnya sangatlah jelas. Ciri tersebut dapat diketahui dari kondisi fisik anak yang tampak terlihat seperti anak kurang gizi. Hal tersebut dikarenakan nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh menjadi makanan cacing. Ciri lainnya adalah lesu dan lemas karena kurang darah (anemia). Kondisi ini terjadi karena cacing (terutama cacing tambang) mengambil nutrisi dengan menghisap darah untuk berkembang biak.

Selain menyebabkan anemia, berkurangnya zat gizi maupun darah akan berdampak pada tingkat kecerdasan.  Anemia dapat menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Menurut penelitian, anak yang kehilangan nutrisi karena mengalami cacingan, tingkat kecerdasannya akan menurun.  Bahkan yang perlu diwaspadai, anemia kronis bisa mengganggu daya tahan tubuh anak usia di bawah lima tahun (balita). Hal ini menyebabkan anak lebih rentan terhadap penyakit. Infeksi cacing yang berat dapat menyebabkan sumbatan, kebocoran dan peradangan pada usus hingga menyebabkan kematian.

Infeksi cacing ini sebetulnya bisa dicegah. Pencegahan cacingan dapat dilakukan dengan cara membiasakan diri dengan pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan menjaga sanitasi lingkungan. Selain itu asupan nutrisi untuk anak juga perlu diperhatikan oleh orang tua, karena anak yang kurang gizi sangat rentan terkena cacingan. Bila anak selalu terlihat lesu, lemas dan terlihat kurang gizi, lebih baik Anda membawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut, agar lebih jelas diagnosis dan pengobatannya.

Sumber gambar : wibawasatriya46.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY