Cara Memenuhi Nutrisi Calon Ibu Agar Anak tidak Stunting

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) Kementerian Kesehatan, tahun 2016 angka balita stunting di Indonesia mencapai 27%. Angka tersebut turun dibandingkan tahun 2015 mencapai 29%. Meski begitu, stunting bukan berarti harus disepelekan. Menyadari fakta ini, pemerintah melalui Kementrian Kesehatan mengusung tema pencegahan stunting di Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 yang jatuh pada hari Kamis, 25 Januari 2018 silam.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menanggulangi masalah gizi tersebut ialah dengan menerapkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Apa itu sebenarnya 1.000 HPK? Ini merupakan sebuah gerakan scaling up nutrition untuk pemenuhan kebutuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dalam artian, pemenuhan gizi sejak dalam kandungan hingga umur dua tahun.

Maka, cara yang paling awal dilakukan adalah mempersiapkan kehamilan dengan memenuhi nutrisi bagi calon ibu. Bagaimana memenuhi nutrisi bagi calon ibu?

  • Pola makan

Ketika seorang calon ibu sedang menjalani program kehamilan atau sudah dinyatakan hamil oleh dokter kandungan, sebaiknya ia mulai rutin mengonsumsi sejumlah nutrisi. Salah satunya adalah zat besi. Kekurangan zat besi sejak masa kehamilan dapat menganggu pertumbuhan anak kelak. Nutrisi berikutnya yang penting adalah protein. Protein berpengaruh pada pertambahan tinggi dan berat badan anak. Sumber protein sendiri bisa diperoleh dari nabati (kacang-kacangan, umbi-umbian, biji-bijian, dan sayuran) dan hewani (daging sapi, ayam, ikan, telur dan susu). Sejumlah nutrisi lainnya yang bermanfaat adalah asam folat, serat pangan dan kalsium. Saat hamil, seorang ibu juga perlu mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan.

  • Perbaiki gaya hidup

Apabila Ibu memiliki kebiasaan buruk, seperti merokok, meminum alkohol, atau melakukan gaya hidup tak sehat lainnya, sebaiknya mulai dihentikan ya. Hal ini bisa berpengaruh kepada si kecil di dalam kandungan, lho. Pasalnya, asupan apapun yang masuk ke dalam tubuh ibu akan ikut diserap oleh si kecil.

  • Jaga kebersihan lingkungan

Tak hanya menjaga asupan yang masuk ke dalam tubuh, ibu juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Umumnya, daya tahan ibu hamil menurun sehingga rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit.

  • ASI eksklusif

Selanjutnya, usai melahirkan yang dibutuhkan sang anak adalah Air Susu Ibu (ASI) eksklusif hingga berusia 2,5 tahun. Bayi di atas enam bulan juga mesti diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

  • Vaksin

Selain itu, di usia dini, anak juga harus dilengkapi pemberian vaksin dan vitamin demi mencegah anak terkena berbagai penyakit di kemudian hari.

  • Cek kesehatan

Terakhir, hal yang paling dibutuhkan bagi ibu hamil dan balita adalah melakukan cek kesehatan secara berkala demi mengetahui sejauh mana perkembangan anak. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here