Mengapa Banyak Remaja Perempuan Melukai Diri Sendiri?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Melukai diri sendiri bisa menjadi musuh nomor satu yang tidak kalah membahayakan diri baik secara fisik maupun mental. Biasanya ini terjadi tanpa disadari, yaitu saat kita sedang merasa down, kecewa, sedih atau sesekali merasa kurang percaya diri. Pelaku yang melukai diri sendiri sadar bahwa perbuatan yang dilakukan hanya menyebabkan pembebasan yang bersifat sementara dan tidak mengatasi akar permasalahannya. Namun bila tidak diatasi dengan benar dan cepat, akan memiliki kecenderungan untuk mengulanginya dengan peningkatan pada frekuensi dan derajat kerusakan secara fisik yang ditimbulkannya.

Berdasarkan penelitian terbaru, semakin banyak remaja perempuan harus masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena menyakiti diri sendiri, terutama pada remaja perempuan berusia 10-14 tahun. Berdasarkan data, jumlah laki-laki yang menyakiti diri sendiri cenderung stabil dari tahun ke tahun sedangkan pada perempuan yang masih remaja dan dewasa jumlahnya meningkat secara drastis. Ketika remaja merasakan kesepian, ia juga akan merasa bahwa dia sendirian dan tidak memiliki seseorang untuk berbagi atau membantunya mencari jalan keluar atas masalahnya. Oleh karenanya, ia kemudian mencari jalan lain untuk membantu mengeluarkan emosinya yang terpendam. Salah satu jalan untuk mengeluarkan emosi tersebut adalah dengan melukai diri.

Mengapa melukai diri sendiri?

  1. Melepas Stres

Ketika dihadapkan dengan situasi yang begitu menekan, setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk melampiaskan kecemasan atau ketegangan tersebut. Ada yang beralih ke olahraga dan hobi, ada yang bercerita pada orang-orang terdekat, tetapi ada juga yang justru menyakiti diri sendiri. Hal ini dilakukan agar ia bisa mengeluarkan segala kecenderungan yang agresif dan kejam tanpa harus menyakiti orang lain, binatang peliharaan, atau merusak barang-barang di sekitarnya.

  1. Menyampaikan Perasaan

Sering kali remaja yang menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, memiliki masalah dalam berkomunikasi. Mereka tidak paham bagaimana caranya mengomunikasikan perasaan-perasaan negatif. Bisa karena memberitahu orang lain bahwa ia sedang merasa tersakiti membuatnya tampak lemah, mungkin juga karena ia memang tak pernah belajar untuk mengutarakan perasaannya sama sekali. Kadang, perasaan-perasaan negatif tersebut terlalu kuat untuk dibendung. Akibatnya, orang tersebut memilih untuk menyakiti diri sendiri sebagai bentuk komunikasi pada orang lain bahwa dirinya sedang melalui masa-masa yang sulit dan ia membutuhkan pertolongan.

  1. Mengalihkan Perhatian

Kadang orang memilih untuk melukai diri sendiri karena hal tersebut bisa membantu mereka mengalihkan perhatian dari hal-hal yang membuat mereka kewalahan atau trauma. Saat dilanda berbagai persoalan hidup, benak pun jadi sangat penuh dan bising dengan berbagai masalah dan hal-hal yang bersifat negatif. Saat sibuk menyayat diri atau melakukan hal serupa yang bisa menimbulkan rasa sakit atau luka, seseorang jadi bisa memadamkan sebentar suara-suara yang mengganggu di dalam benaknya.

  1. Menghukum Diri Sendiri

Korban kekerasan, baik itu emosional, fisik, maupun seksual sering disalahkan dan direndahkan. Secara tidak sadar, mereka pun lama-kelamaan jadi merasa rendah diri dan pantas disalahkan. Dalam benaknya, setiap melakukan suatu kesalahan ia pun harus mendapat hukuman, bahkan ketika pelaku kekerasan tidak mengetahui kesalahan tersebut. Sebagai bentuk hukuman, beberapa orang akan menyakiti diri sendiri dengan sengaja tidak makan, membenturkan kepala, atau menyayat diri.

  1. Mencari Kepuasan

Mirip seperti orang-orang yang kecanduan alkohol, rokok atau obat-obatan, mereka yang sering menyakiti diri sendiri melakukannya untuk mencari kepuasan semata. Beberapa orang merasa senang dan bersemangat setelah melihat darahnya sendiri atau merasakan sensasi fisik yang sangat kuat. Pandangan yang keliru ini bisa mengarah pada kecanduan. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here