Cara Mencegah Inkontinensia Urin pada Pria

0
4
www.sehatfresh.com

Jangan remehkan apabila seorang pria mengalami kesulitan atau bahkan tidak dapat mengontrol buang air kecil. Dalam beberapa kasus juga didapati urin tersebut keluar saat pria bersin, tertawa, batuk dan lain sebagainya. Karena hal tersebut, pria harus menggunakan popok ketika mengalami hal tersebut. Kondisi tersebut dinamakan inkontinensia urin.

Walaupun terdengar memalukan, namun jangan khawatir karena apabila ditangani dengan baik, inkontinensia urin tersebut dapat disembuhkan. Inkontenensia sendiri merupakan gejala yang ditimbulkan akibat kebiasaan yang dilakukan oleh pria dalam kehidupan sehari- hari.

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab timbulnya gejala tersebut antara lain konstipasi, penuaan, konsumsi obat tertentu, terlalu banyak konsumsi alkohol dan kopi, kekurangan asupan cairan dalam tubuh, infeksi saluran kemih dan sembelit. Jika pria mengalami inkontenensia urin secara terus- menerus, bisa jadi pria tersebut mengalami gangguan medis seperti masalah prostat atau kelainan saraf.

Terdapat beberapa jenis inkontenensia urin yang dapat diklasifikasikan yaitu:

  1. Inkontinensia stres. Jenis inkontinensia ini adalah yang paling umum terjadi. inkontinensia tersebut terjadi karena kebocoran kemih yang disebabkan oleh otot panggul yang lemah. Jenis ini tidak disertai dengan keinginan untuk buang air kecil namun dipengaruhi oleh tekanan pada kandung kemih yang menimbulkan kebocoran. Tekanan tersebut terjadi ketika seseorang batuk, tertawa, angkat beban berat dan lain sebagainya.
  1. Inkontinensia urgensi. Inkontinensia ini terjadi karena kandung kemih yang terlalu aktif. Hal ini menyebabkan seseorang untuk selalu ingin buang air kecil walaupun kandung kemihnya tidak dalam keadaan penuh. Seseorang dengan inkontinensia ini menjadi sering buang air kecil yaitu lebih dari 8 kali dalam 24 jam. Inkontinensia urgensi lebih sering terjadi pada pria ketimbang pada wanita.
  1. Inkontinensia overflow. Inkontinensia ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam mengosongkan kandung kemih. Penderita inkontinensia ini merasa kandung kemihnya penuh sebagian yang membuatnya harus sering buang air kecil dalam jumlah yang sedikit.

Jika Anda mengalami hal tersebut, disarankan untuk mengonsultasikannya dengan dokter untuk mengetahui penyebab inkontinensia tersebut dan cara mengobatinya. Selain itu, perlu diketahui juga ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah inkontinensia tersebut yaitu:

  1. Mengonsumsi cuka sari apel

Dengan mengonsumsi cuka sari apel tersebut dapat membantu tubuh mengeluarkan racun dan mengatasi infeksi dalam kandung kemih. Selain itu fungsi cuka sari apel untuk membantu mengurangi lemak di sekitar perut dan pinggul yang memberikan tekanan pada kandung kemih.

Caranya cukup mudah yaitu dengan mencampurkan 1 hingga 2 sendok teh cuka sari apel ke dalam segelas air putih kemudian ditambah madu mentah. Minum secara teratur 2 atau 3 kali sehari.

  1. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D

Peran vitamin D dalam mencegah inkontinensia urin adalah dengan mebantu mempertahankan kekuatan otot. Konsumsi tiram, kuning telur, dan susu untuk mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Selain itu, Anda juga bisa berjemur di bawah matahari pagi untuk mendapatkan vitamin D.

  1. Lakukan meditasi

Meditasi yang dilakukan secara rutin membantu Anda untuk dapat mengontrol kembali fungsi organ tubuh serta mengurangi gejala inkontinensia. Anda bisa melakukan latihan pernafasan dan meditasi untuk membantu mengontrol fungsi kandung kemih. Lakukan latihan tersebut selama beberapa minggu untuk mendapat hasilnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY