Cara Mencegah Kehamilan Tanpa Melakukan KB

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mencegah kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi. Misalnya saja KB suntik, pil KB atau KB spiral. Namun ada juga metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tanpa melakukan KB atau yang biasa diistilahkan KB alami.

KB alami dapat menjadi alternatif bagi istri yang tidak ingin tubuhnya dimasuki benda asing, karena takut dengan efek samping. Setidaknya terdapat tiga cara yang bisa dilakukan pasangan suami istri dalam mencegah kehamilan dengan memanfaatkan KB alami. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut uraiannya.

Mencegah kehamilan dengan tidak berhubungan intim ketika masa ovulasi

Ketika istri memasuki masa subur atau masa dimana ovarium melepas sel telur (ovulasi), maka peluang kehamilan sangatlah tinggi. Kehamilan pada masa ovulasi berpotensi terjadi karena sperma lebih berpeluang dalam membuahi sel telur ketika masa itu.

Alhasil guna mencegah kehamilan dengan cara ini, suami istri perlu memahami untuk tidak melakukan hubungan intim ketika wanita memasuki masa ovulasi. Suami dan istri harus tahu kapan masa ovulasi tiba, dengan sistim sederhana yakni perhitungan kalender.

Meski demikian bukan berarti peluang kehamilan juga tertutup saat suami istri melakukan hubungan seksual sebelum atau sesudah masa ovulasi. Pasalnya sperma mampu bertahan di dalam tubuh wanita kurang lebih selama 2 hingga 3 hari, sedangkan sel telur mampu bertahan kurang lebih 3 hingga 4 hari setelah ovulasi.

Mencegah kehamilan dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi

Siapa sangka jika selain memiliki manfaat untuk bayi, memberikan ASI eksklusif juga dapat berdampak positif bagi wanita yang ingin mencegah kehamilan sementara waktu. Pasalnya memberikan ASI eksklusif dapat menghambat menstruasi dan ovulasi bagi ibu yang baru saja melahirkan.

Untuk memperaktikan cara ini, ibu harus siap menyusui bayi kapanpun dan dimanapun. Di lain pihak jeda menyusui disarankan untuk tidak lebih dari 4 jam (siang hari) dan 6 jam (malam hari). Langkah ini tidak akan berhasil apabila ibu memerah ASI.

Hal tersebut dikarenakan proses pengisapan bayi menjadi penting pada cara pencegahan kehamilan ini. Namun ibu segera menggunakan cara kontrasepsi yang lain apabila telah menstruasi, karena memberikan ASI sudah tidak dapat mencegah kehamilan lagi.

Mencegah kehamilan dengan mengeluarkan penis sebelum ejakulasi

Suami istri apabila ingin melakukan hubungan intim tanpa kuatir mendapatkan kehamilan, maka bisa menerapkan cara yang satu ini. Langkah ini sangat tergantung pada pria, karena harus menarik penis dari vagina sebelum mengeluarkan sperma (ejakulasi). Teknik ini juga diistilahkan dengan senggama terputus.

Dalam menyukseskan metode tersebut, dibutuhkan kesadaran diri yang sangat kuat dari pria untuk memutuskan waktu yang tepat ketika harus menarik penisnya. Tentu saja kondisi tersebut tidak mudah untuk dilakukan setiap suami. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here