Cara Mendeteksi Anak yang Mengalami Kekerasan Seksual

0
6
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang diketahui jika kekerasan seksual pada anak, kian hari kian marak. Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan orangtua, khususnya yang masih memiliki anak di bawah umur. Pasalnya anak yang menjadi korban kekerasan seksual, akan mengalami trauma dan mengganggu perkembangan kesehatan mentalnya.

Orangtua harus mengawasai putra-putrinya dari ancaman predator seksual

Peran orangtua sangat sentral dalam mendidik dan membimbing anak-anak, khususnya melindungi dari ancaman predator seksual. Dewasa ini banyak modus yang dilakukan predator seksual, sehingga tidak tercium oleh orang lain. Lantas bagaimana dampaknya jika anak menjadi korban kekerasan seksual?

Anak yang menjadi korban kekerasan seksual akan mengalami trauma atau tekanan psikologis. Kondisi tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental anak di kemudian hari. Oleh karena itu orangtua perlu memahami ciri-ciri anak yang telah menjadi korban kekerasan seksual.

Cara mendeteksi anak yang mengalami kekerasan seksual

Orangtua harus memahami apabila ada perubahan perilaku atau perbedaan bahasa tubuh pada anak dari biasanya. Anak yang semula ceria, seketika berubah menjadi pemurung. Hal itu biasa saja menjadi ciri bahwa anak mengalami perlakuan yang tidak baik.

Tanyakan pada anak apa yang telah terjadi di sekolah, di tempatnya bermain, atau di rumah. Selain itu orangtua juga bisa melihat perubahan fisik anak. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa ciri anak mengalami kekerasan seksual.

  1. Kedua bahu anak biasanya terangkat sehingga menutupi bagian leher.
  2. Kepala anak akan lebih sering tertunduk ke dalam.
  3. Kedua kaki dan kedua tangan anak menyimpul erat.
  4. Kedua lutut anak biasanya tertekuk ke dalam.
  5. Tubuh anak juga menekuk.
  6. Mata anak berkedip-kedip.
  7. Wajah anak pucat.
  8. Anak mengeluh karena sakit saat buang air kecil atau air besar.
  9. Anak merasa sakit apabila memakai celana dalam.
  10. Anak memperlihatkan cara jalan yang tidak wajar, yakni agak mengangkang.
  11. Ditemukan bekas-bekas bercak darah atau cairan lain pada celana dalam anak.
  12. Anak mengalami rasa panas atau nyeri pada area genital.
  13. Bisa saja beberapa bagian pakaian anak mengalami robek karena ditarik paksa.

Dalam beberapa kasus memperlihatkan serangan mendadak juga dapat ditandai dengan adanya memar pada bagian tubuh atau gigi. Hal tersebut karena pelaku menyergap dan memaksa korban untuk merapat di dinding. Di satu sisi korban melawan, sehingga terjadilah kekerasan fisik.

Alhasil kapan pun orangtua mendapati memar pada bagian tubuh anak, maka jangan percaya terlebih dahulu bahwa itu akibat terjatuh. Bisa saja luka tersebut akibat kekerasan predator seksual, namun anak takut untuk menceritakannya kepada orangtua. Anak-anak ketika takut menceritakan peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya, maka pelaku berpeluang besar melancarkan aksi berikutnya. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY