Cara Menghangatkan ASIP Agar Kualitasnya Tetap Terjaga

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi ibu yang bekerja, tentu mereka mengandalkan Air Susu Ibu Perah (ASIP) untuk memenuhi kebutuhan ASI ekslusif untuk buah hati. Bagi ibu baru, hal ini tentu akan menjadi kebiasaan baru dan mungkin banyak pertanyaan di benak para ibu baru tentang bagaimana cara menyimpan hingga menyajikan ASIP tersebut. Ya, kebanyakan ibu umumnya menyimpan ASIP mereka di kulkas atau freezer sehingga kondisi ASIP pun menjadi dingin atau bahkan beku. Karenanya, ASIP ini dihangatkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke bayi. Lantas, bagaimana cara menghangatkan ASIP tersebut?

ASIP harus disimpan dalam wadah penyimpanan, seperti botol, yang steril dan tertutup. Penting untuk memilih botol plastik yang tidak menimbulkan zat berbahaya ketika dipanaskan. Belilah botol susu bayi berkualitas dengan label BPA-free. Seberapa lama ASIP dapat bertahan dan diberikan kepada bayi tergantung pada bagaimana proses penyimpananannya:

  • Suhu ruang. ASI yang baru diperah dapat disimpan di suhu ruang hingga 6 jam. Namun, bila ruangan sangat hangat, ASIP sebaiknya segera digunakan dalam waktu 4 jam.
  • Termos es. Jika disimpan dalam termos es, ASIP segar dapat bertahan hingga 24 jam.
  • Kulkas. Penyimpanan dalam kulkas membuat ASIP segar dapat bertahan hingga 5 hari. Namun, sebaiknya digunakan dalam 3 hari. Simpanlah ASIP di rak bagian tengah kulkas karena bagian tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan stabil ketimbang rak pada pintu kulkas.
  • Deep freezer. ASIP segar yang dibekukan dalam freezer dapat bertahan hingga 12 bulan. Namun, ASIP tersebut sebaiknya digunakan dalam kurun waktu 6 bulan.

Dalam penyajiannya, ASIP dingin sebaiknya dihangatkan dengan cara menempatkan botol dalam mangkuk atau baskom yang telah diberi air hangat. Para ahli kesehatan tidak menyarankan untuk menghangatkan ASIP secara cepat dengan microwave ataupun kompor. Panasnya bisa tidak merata dan sejumlah penelitian melaporkan bahwa pemanasan ASIP secara cepat dapat menurunkan kualitas antibodi dan nutrisi lain di dalamnya.

Setelah cukup hangat, kocok botol susu secara perlahan untuk memastikan lapisan-lapisan susu tercampur rata. Jika tidak habis, ASIP yang dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan kepada bayi di waktu menyusu berikutnya. Selain itu, ASIP yang sudah dihangatkan harus dibuang jika tidak digunakan dalam waktu 24 jam. Simpanlah ASIP dalam botol berukuran 60 ml. Umumnya, bayi menghabiskan 60 ml bayi dalam setuap kali menyusu. Terapkan pula prinsip FIFO (first in first out) dalam pemberian ASIP, yakni dengan menggunakan ASIP yang disimpan lebih lama terlebih dahulu. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here