Keseringan Masturbasi Bisa Membuat Penis Bengkok

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masturbasi adalah tindakan menstimulasi alat kelamin sendiri untuk membangkitkan gairah seksual dengan tujuan mencapai kesenangan dan sensasi seperti orgasme ketika berhubungan seksual. Para pria biasanya melakukan masturbasi dengan meraba dan meremas Mr. P. Para pakar seksologi menyebut masturbasi sebagai aktivitas seksual yang normal dan wajar, serta bermanfaat. Bahkan masturbasi terkadang direkomendasikan oleh terapis seks sebagai cara untuk merasakan pengalaman orgasme bagi mereka yang memiliki disfungsi seksual. Kendati demikian, masturbasi yang berlebihan membawa dampak negatif bagi kesehatan. Salah satunya adalah berpotensi menyebabkan penis bengkok.

Kondisi penis bengkok ini seara medis disebut penyakit Peyronie. Penyebab penyakit Peyronie belum ditekahui secara pasti. Namun, setiap kerusakan, cedera, atau trauma pada batang penis dapat menyebabkan penis bengkok akibat adanya jaringan parut berserat yang terbentuk di bawah permukaan penis. Ada beberapa aktivitas yang meningkatkan risiko pria memiliki penyakit ini antara lain bersepeda gunung, naik sepeda motor, dan aktivitas seksual yang terlalu “bersemangat”, termasuk masturbasi intens atau berkepanjangan.

Hampir semua pria yang melakukan masturbasi mengandalkan gerakan tangan, seperti meraba, menarik, dan meremas alat vitalnya. Hal ini memang bisa dikatakan sebagai cara yang paling ampuh membawa pria mencapai puncak kenikmatan seksual yang diharapkannya. Akan tetapi, gerakan tangan yang berlebihan atau bahkan kasar dapat memar, lecet, dan kerusakan jaringan pada Mr. P.

Selain itu, Mr. P juga bisa mengalami fraktur atau “patah”. Ketika ereksi, Mr. P akan terisi aliran darah sehingga ukurannya membesar. Ketika masturbasi, trauma dari kekuatan tangan yang berlebihan dapat dapat merusak salah satu lapisan dari dua silinder di penis (corpus cavernosum) yang bertanggung jawab untuk ereksi. Cedera pada Mr. P ini sangat menyakitkan dan memerlukan penanganan medis darurat. Pasca operasi, jaringan parut akan terbentuk secara tidak terorganisir. Selanjutnya, jaringan parut tersebut dapat menjadi nodul (benjolan) yang dapat diraba dan menyebabkan Mr. P melengkung.

Pria yang memiliki penyakit Peyronie bisa sulit untuk melakukan hubungan seksual yang normal karena kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Pada penyakit Peyronie, saat penis ereksi, area jaringan parut tidak meregang, dan mungkin terasa menyakitkan. Hal ini bisa mengganggu keharmonisan hubungan dengan pasangan. Karena merasa frustasi dengan kehidupan seksualnya, terkadang para pria yang memiliki penyakit Peyronie menjadi lebih intens bermasturbasi untuk mendapatkan kepuasan seksual. Jika ini terjadi, penyakit Peyronie yang sudah ada bisa semakin parah. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here