Cara Menghentikan Remaja dari Kebiasaan Merokok

www.sehatfresh

SehatFresh.com – Bahaya meroko, mengkonsumsi rokok tembakau terhadapat kesehatan merupakakan sebuah kebenaran dan kenyataan yang memang harus diungkapkan secara sungguh-sungguh kepada seluruh lapisan masayarakat. Dengan demikian masyarakat benar-benar memahami, menyadari dan mau menghentikan kebiasaan merokok dan menghindar diri dari bahaya akibat asap rokok tersebut. Selama ini masyarakat telah terbuai dengan propaganda dan iklan rokok yang aduhai. Pada hal itu tidak lebih dari sebuah kebohongan belakang sehingga anda menjadi diyakini dan terinternalisasi dalam diri.

Kementerian kesehatan menyebutkan Indonesia menghadapi ancaman serius akibat peningkatan jumlah perokok dan terutama pada kelompok-kelompok anak-anak dan remaja. Peningkatan pada usia remaja sekitar usia 15-19 tahun meningkat dua kali lipat menjadi 12,7% pada tahun 2001 menjadi 23,1% pada 2016 tahun lalu.

Dari hasil survei indikator kesehatan nasional (sirkesnes) pada tahun 2016 bahkan memperlihatkan angka remaja perokok laki-laki telah mencapai 54,8%.

Dalam keterangan resmi pada hari kamis, (13/7/2017), kemenkes menyebutkan bahwa peerintah berharap dapat mencapai target indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional terkait prevalensi perokok anak usia 18 tahun, yaitu turun dari 7,2% pada tahun 2009 menjadi 5,4% pada tahun 2013. Namun pada kenyataannya justru angka merokok pada remaja sangat meningkat menjadi 8,8% pada tahun 2016. Mentri Kesehatan Nila Moeloek menuturkankan bahwa menyikapi basarnya tantangan dalam pengendalian penyakit tidak menular dan faktor risikonya. Pemerintah bersama masyarakat dan jajarannya melakuakn berbagai upaya untuk menurunkannya.

Kemenkes mengapresiasi bupati/wali kota bersama jajaran pemda kabupaten/kota yang telah menunjukan komitmennya yang kkuat dalam mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular dan faktor risikonya. Saat ini dari 515 kabupaten/kota di Indonesia terdapat 258 kabupaten atau kota yang menetapkan kebijakan tentang kawasan tanpa asap rokok (KTR), 152 kabupaten atau kota yang telah menetapkan peraturan pada daerah dan 65 diantaranya telah mengimplementasikannya, serta 106 kabupaten atau kota baru yang mempunyai peraturan bupati atau wali kota. Dan beberapa kabupaten atau kota telah melarang untuk merokok yang dapat mempengaruhi anak-anak untuk memulainyaa antara lain kulonprogo, kab. Klunkung, kota bogor, padang panjang, kota payakumbuh, Denpasar serta Provinsi DKI.

Nila berharap memprov dan pemkab atau kota lainnya dapat segera menetapkan perda dan mengimplentasikannya karena hal ini juga sejalan dengan gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 1/2017/.

Inpres ini dijelaskan secara spesifik menginstruksikan agar kabupaten atau kota segera mungkin untuk menetapkan aturan dan kebijakan yang mendorong agar masyarakat hidup sehat, termasuk menetapkan aturan dan kebijakan tentang KTR dan mengimplementasikannya.

Gerakan masyarakat hidup sehat ini atau GERMAS adalah upaya pemerintah untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat seperti, melakukan aktivitas fisik, dapat mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol, dapat melakukan cek kesehatan rutin. Dan ikut serta untuk membersihkan lingkungan dan mengguakan jaban untuk pembuangan kotoran manusia. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here