Cara Merawat Kulit yang Terbakar Sinar Matahari

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Terlalu lama dan sering beraktivitas di luar ruangan dapat membuat kulit terbakar sinar matahari atau sunburn. Masalah ini biasanya ditandai kulit yang kemerahan, hangat ketika disentuh dan gatal. Bagi wanita, hal ini dapat mengganggu penampilan dan tak jarang membuat frustasi. Jika parah, sunburn bahkan bisa menyebabkan kulit terasa nyeri, bengkak, bengkak, dan muncul lepuhan kecil yang bisa pecah. Jika kulit Anda terkena sunburn, berikut adalah beberapa cara untuk merawatnya:

Dinginkan kulit

Ketika kulit terkena sunburn, Anda dapat mengompres area kulit yang terpengaruh dengan menerapkan handuk yang telah dibasahi air dingin atau air es. Atau Anda juga bisa mandi air dingin, tapi jangan terlalu lama dan hindari penggunaan sabun berbahan kimia keras karena berpotensi mengiritasi kulit.

Pakai pelembab

Aplikasikan pelembab yang lembut, seperti gel lidah buaya. Hindari pelembab dan salep berbasis minyak atau petroleum karena berpotensi memerangkap panas sehingga gejala bisa semakin parah. Area kulit yang terkena biasanya mulai mengelupas dalam beberapa hari kemudian sebagai cara tubuh menghilangkan lapisan atas kulit yang rusak. Tetap aplikasikan pelembab ketika kulit dalam fase ini.

Isi ulang cairan tubuh

Paparan sinar matahari berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi karena menarik cairan dari jaringan-jaringan tubuh. Agar tubuh dapat melakukan mekanisme penyembuhan secara maksimal, penting untuk membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Disarankan minum air putih lebih banyak dan bisa dibantu dengan sport drink untuk mengisi kembali elektrolit dalam tubuh yang terbuang.

Obat pereda nyeri

Jika sunburn membuat kulit terasa nyeri dan bengkak, Anda dapat meredakannya dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau naproxen sodium.

Kenakan pakaian yang tepat

Untuk mencegah iritasi kulit yang lebih parah, kenakan pakaian longgar yang berbahan lembut dan menyerap keringat.

Hindari benzocaine dan produk “-caine” lainnya

Krim atau salep kulit berlabel benzocaine atau produk “-caine” lainnya dapat mengiritasi kulit atau bahkan memicu reaksi alergi. Menurut Mayo Clinic, benzocaine berpotensi menurunkan kadar oksigen yang diangkut oleh darah, sehingga bisa mengancam jiwa.

Jika beberapa cara di atas tidak menunjukkan hasil yang diharapkan, segera perikasakan ke dokter. Terutama bila muncul lepuhan-lepuhan yang menutupi sebagian area tubuh, demam tinggi, mual, menggigil, bengkak, rasa nyeri tak tertahankan, dan lepuhan pada kulit menjadi luka terbuka.

Jika Anda memiliki riwayat sunburn, penting untuk mencegahnya agar tidak terjadi lagi. Terkena sunburn lebih dari 5 kali dapat melipatgandakan risiko terkena kanker kulit (melanoma). Sebisa mungkin hindari paparan sinar matahari pada pukul 10.00 hingga 16.00, di mana matahari sedang terik-teriknya. Ketika beraktivitas di luar ruangan, aplikasikan tabir surya dengan kandungan setidaknya 30 SPF. Pemakaian tabir surya ini penting walau cuaca sedang sejuk, mendung, atau berkabut. Pasalnya, air, salju, dan pasir tetap dapat memantulkan sinar matahari. Untuk perlindungan maksimal, kenakan pula pakaian tertutup beserta payung dan kacamata hitam. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here