Cegah Risiko Stroke saat Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pembaca wanita, tahukah Anda bahwa saat hamil resiko stroke lebih meningkat? Lalu bagaimana cara menanganinya?

Mengapa Stroke Saat Hamil?

Saat ini wanita yang sedang hamil muda pada rentan usia 24-34 tahun memang lebih cenderung mudah terkena penyakit stroke saat hamil maupun setelah persalinan. Stroke biasa dialami oleh seseorang yang sudah lanjut usia, begitu juga dapat terjadi oleh ibu hamil. Terlebih jika ibu hamil tidak menjaga pola hidup sehat. Resiko stroke dapat meningkat drastis apabila ibu hamil sebelumnya sudah memiliki penyakit seperti hipertensi, obesitas, jantung bawaan, kurangnya aktivitas fisik, dan diabetes. Penyakit stroke pada ibu hamil juga sulit dihilangkan karena ibu hamil memang tidak diperbolehkan minum obat sembarangan.

Kondisi yang membuat ibu hamil memiliki resiko terkena stroke seperti berikut ini:

  1. Mengalami frekuensi sakit kepala migrain yang hebat.
  2. Terjadinya peningkatan tekanan darah yang begitu tinggi setelah mengembangkan preeklampsia dan eklampsia.
  3.  Meningkatnya kondisi yang cenderung terjadi pembekuan darah.
  4. Kurangnya aliran darah.

Bagaimana Mencegah Penyakit Stroke Saat Hamil?

  1. Persiapkan kehamilan sebelum berencana hamil sesuaikan kondisi tubuh dengan menjaga kesehatan, agar tidak kaget saat mengalami kehamilan.
  2. Jaga pola hidup sehat seperti makan teratur dengan makanan bergizi, tidur tepat waktu, dan istirahat yang cukup.
  3. Hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman yang mengandung alkohol.
  4. Jaga berat badan, jangan sampai mengalami obesitas.
  5. Periksa kadar gula darah, dan pastikan tetap normal.
  6. Kontrol kolesterol jangan sampai melebihi ambang batas.
  7. Lakukan senam ibu hamil dengan bantuan instruktur.
  8. Jangan berhenti beraktivitas meskipun saat hamil, ibu seringkali merasa malas.
  9. Biasakan berenang agar lebih sehat.
  10. Kurangi stres, negative thinking, dan memikirkan hal-hal yang kurang perlu.
  11. Bahagiakan diri dan janin di dalam perut dengan membuat rileks, salah satunya dengan mendengarkan musik, agar tidak terjadi ketegangan otot-otot.
  12. Perbanyak makan buah-buahan segar.

Bagaimana Menangani dan Mengurangi Resiko Stroke?

  1. Disarankan untuk tidak melaksanakan kelahiran dengan cara normal.
  2. Kurangi mengedan hebat.
  3. Boleh melakukan pengobatan tapi jangan menggunakan warfarin karena akan mengakibatkan cacat pada janin.
  4. Melakukan kontras dengan gadolinium saat pemeriksaan MRI dan dikeluarkan melalui air susu ibu, sehingga selama 24 jam tidak boleh menyusui bayinya terlebih dahulu.

Demikian informasi mengenai resiko stroke yang terjadi pada ibu hamil. Semoga informasi tersebut dapat membuat Pembaca lebih mengerti bagaimana cara mencegah dan menangani serangan stroke pada ibu hamil. Stroke sangat erat hubungannya dengan aktivitas Sang Ibu. Jadi meskipun sedang hamil tetap beraktivitas saja, tapi jangan terlalu berat.(MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here