Ciri-Ciri dan Gejalanya Penyakit Autoimun pada Kulit

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit autoimun bisa saja menyerang pada kulit. Akibat daya kekebalan tubuh yang lemah, kulit akhirnya mengalami berbagai gangguan. Berikut ini akan dipaparkan ciri-ciri dan gejala penyakit autoimun pada kulit seperti saleroderma, psoriasis, dermatomyositis, epidermalysis bullose, dan bullous phemphigoid.

Ciri dan gejala saleroderma

Skleroderma merupakan salah satu jenis penyakit autoimun yang memiliki gejala utama berupa penebalan dan pengerasan kulit. Area yang kerap terserang kelainan ini adalah tangan, wajah dan kaki. Namun organ di dalam tubuh seperti sistem pencernaan dan pernapasan juga bisa terserang.

Pengerasan dan penebalan itu terjadi karena sel yang terdapat di dalam jaringan penghubung kulit menghasilkan kolagen secara berlebihan. Kondisi tersebut terjadi sebagai efek dari sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali. Skleroderma bukanlah merupakan penyakit keturunan, tapi kelainan pada gen diduga juga ikut memicu munculnya penyakit ini.

Ciri dan gejala psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit peradangan kulit yang terjadi bertahun-tahun. Penyakit tersebut biasanya ditandai dengan munculnya ruam memerah, kulit mengelupas, kulit menebal, kulit kering, hingga kulit bersisik. Gejala-gejala itu terkadang juga disertai rasa perih atau gatal.

Semua bagian tubuh sebenarnya dapat terkena gejala psoriasis. Namun demikian psoriasis umumnya muncul pada punggung bagian bawah, lutut, kulit kepala, dan siku. Keparahan dari gejala psoriasis dapat berbeda-beda. Ada yang gejalanya ringan atau ada pula yang tidak muncul gejala sama sekali. Namun seiring berjalannya waktu, gejala tersebut akan bertambah parah hingga mengganggu kenyamanan.

Ciri dan gejala dermatomyositis

Dermatomiositis merupakan peradangan yang biasanya ditandai dengan ruam pada kulit dan kelemahan otot. Penyakit tersebut dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Dermatomiositis biasanya ditandai dengan munculnya gejala-gejala yang mirip dengan penyakit autoimun yang menyerang kulit lainnya.

Misalnya saja muncul ruam merah kehitaman atau keunguan di beberapa bagian seperti wajah, lutut, kelopak mata, siku, buku-buku jari, sekitar kuku, dada, atau punggung. Ruam yang merata bermotif belang ungu kebiruan adalah tanda awal penyakit dermatomiositis.

Ciri dan gejala epidermalysis bullose

Pidermolisis Bulosa adalah penyakit genetik yang ditandai dengan terbentuknya lepuh apabila terkena trauma fisik. Penyakit ini secara umum karena faktor turunan, namun pada beberapa kasus juga ditemukan epidermolisis bulosa yang bukan faktor turunan.

Gejala pertama pidermolisis bulosa yang umumnya terjadi adalah ruam dan luka pada kulit. Kemudian gejala lainnya yang muncul antara lain batuk bersama dengan masalah pernapasan, rambut rontok, serta deformasi dari gigi dan kuku. Dengan gejala yang lebih bervariasi, penyakit pidermolisis bulosa menjadi layak untuk diwaspadai.

Ciri dan gejala bullous phemphigoid

Pemfigoid bulosa merupakan sebuah penyakit kulit yang cukup langka. Penyakit tersebut diawali dengan munculnya kemerahan atau ruam. Kemudian setelah beberapa minggu akan berubah menjadi bisul besar. Penyakit tersebut bisa berubah menjadi kronis apabila dibiarkan dan tidak mendapatkan perawatan medis. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here