Ciri-ciri Radang Amandel Pada Anak

www.sehatFresh.com

SehatFresh.com – Kebanyakan dari kita tentu sudah tidak aneh dengan penyakit radang amandel. Tapi, apakah Anda sudah mengetahui penyebab dan gejalanya lebih mendalam? Radang amandel berarti ada peradangan pada amandel. Amandel (tonsil) adalah dua kelenjar getah bening yang terletak di setiap sisi bagian belakang tenggorokan, yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan guna mencegah infeksi. Ketika amandel menjadi terinfeksi, kondisi ini disebut tonsilitis, atau lebih dikenal sebagai radang amandel. Radang amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Tetapi, dalam beberapa kasus, radang amandel juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri.

Bakteri atau virus yang menjadi penyebab radang amandel bisa berasal dari orang lain atau dari lingkungan, serta dari infeksi organ tubuh yang berdekatan dengan amandel, misalnya infeksi hidung, infeksi tenggorokan atau infeksi gigi. Radang amandel sering terjadi pada anak-anak antara usia prasekolah usia dan tahun pertengahan remaja. Namun, paling sering pada anak-anak yang berusia tiga hingga tujuh tahun. Pada usia tersebut, amandel mengalami penurunan kekebalan sehingga lebih mudah terinfeksi virus dan bakteri. Selain itu, anak-anak melakukan kontak dengan orang lain di sekolah, terutama ketika mereka bermain. Hal ini tanpa disadari membuat mereka terpapar berbagai virus dan bakteri. Oleh karenanya, mereka menjadi sangat rentan terhadap kuman yang menyebabkan radang amandel.

Bila radang amandel dibiarkan begitu saja, amandel akan semakin membengkak dan dapat memblokir saluran pernapasan, sehingga dapat mengakibatkan kesulitan bernapas atau gangguan napas saat tidur (obstructive sleep apnea). Infeksi juga dapat menyebar jauh ke dalam jaringan sekitarnya (tonsil selulitis) atau menghasilkan kumpulan nanah di belakang tonsil (abses peritonsillar). Oleh karenanya, kenali dan jangan abaikan gejala amandel pada anak agar tidak sampai terjadi komplikasi serius.

Gejala utama yang menjadi ciri radang amandel adalah sakit tenggorokan. Karena amandel membengkak, tenggorokan mungkin akan terasa sakit dan mengakibatkan sulit menelan. Gejala umum radang amandel lainnya meliputi:

  • Demam tinggi melebihi 38 C
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Sakit telinga
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Kehilangan suara atau suara menjadi berubah
  • Amandel tampak merah dan bengkak
  • Amandel memiliki bintik-bintik putih atau kuning

Pada bayi yang tidak mampu mengungkapkan apa yang mereka rasakan, gejala yang menjadi ciri radang amandel meliputi:

  • Meneteskan air liur karena sulit atau sakit saat menelan
  • Menolak makan atau tidak nafsu makan
  • Kerewelan yang tidak biasa

Gejala radang amandel biasanya membaik setelah tiga sampai empat hari. Jika radang amandel disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu, gejalanya mungkin lebih ringan. Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti infeksi streptokokus (bakteri penyebab radang tenggorokan), gejala biasanya akan lebih parah dan juga menghasilkan bau mulut.

Namun, sulit untuk mengetahui apakah radang amandel disebabkan virus atau bakteri bila tidak dilakukan tes. Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat jika anak Anda menunjukkan gejala yang mungkin mengindikasikan radang amandel, terutama bila:

  • Sakit tenggorokan tidak hilang dalam waktu 24 hingga 48 jam
  • Nyeri atau sakit saat menelan
  • Anak menjadi sangat lesu dan rewel
  • Sulit bernapas
  • Sering meneteskan air liur

Radang amandel tidak selalu harus dioperasi. Perawatan yang tepat untuk radang amandel tergantung dari penyebabnya, berdasarkan hasil diagnosis. Operasi pengangkatan amandel biasanya hanya dilakukan bila radang amandel karena bakteri sering terjadi, tidak merespon pengobatan lain atau menyebabkan komplikasi serius.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY