Jenis-jenis Keguguran

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sering sekali wanita hamil mengalami abortus atau keguguran. Keguguran atau abortus merupakan hal yang paling ditakuti oleh para Ibu hamil. Hal ini karena keguguran akan menyebabkan calon Ibu kehilangan calon anak yang berada dalam kandungannya. Keguguran seringkali terjadi saat usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin di bawah 500 gram.

Ada lima jenis keguguran atau abortus pada kandungan, dan kasus keguguran yang terjadi pastinya berbeda-beda, sebab terjadinya juga bergantung dari apa yang telah dilakukan oleh sang Ibu. Setiap wanita memiliki risiko mengalaminya, dan dari beberapa kasus yang pernah ditemui, dapat dibedakan menjadi lima jenis yang di antaranya bisa Anda baca pada poin-poin di bawah.

  1. Ancaman Keguguran (Abortus immines). Bila tiba-tiba Anda mengalami nyeri ringan di bagian bawah perut dan pendarahan di kemaluan (organ intim) dalam waktu yang berbeda-beda dan berlanjut hingga beberapa minggu kemudian, maka ada kemungkinan jika Anda sedang mengalami ancaman keguguran. Hal ini membuat pembuahan yang terjadi pada embrio menjadi lepas sebagian. Tidak perlu khawatir, sebab potensi untuk menyelamatkan embrio dalam kasus ini masih cukup besar karena embrio masih hidup di dalam rahim. Oleh sebab itu, segera periksakan kandungan pada dokter spesialis agar bisa ditangani dengan tepat secara medis.
  2. Keguguran Pasti (Abortus insipient). Pada kasus keguguran pasti akan membuat lebih banyak pendarahan di bagian kemaluan dan menimbulkan rasa nyeri yang begitu parah di bagian bawah perut. Saat keguguran pasti terjadi, leher rahim akan terbuka sehingga jaringan embrio (pada trisemester pertama janin masih berbentuk embrio) akan terpisah dan keluar dari rahim. Sehingga potensi untuk menyelamatkannya sangat kecil. Namun, cobalah untuk segera menghubungi spesialis kandungan agar mereka dapat menyelamatkan janin Anda menggunakan penangganan medis yang tepat.
  3. Keguguran Lengkap (Abortus complete). Keguguran lengkap terjadi apabila seluruh jaringan embrio yang sudah membentuk janin telah keluar dari rahim. Janin tersebut akan keluar baik dengan alat bantuan persalinan ataupun secara alami. Beberapa hari setelah keguguran lengkap terjadi, Anda akan mengalami nyeri dan kejang perut yang sakitnya sama seperti yang biasa dirasakan saat hari pertama menstruasi datang. Untuk memastikan apakah rasa sakit dan gejala yang dialami ini adalah gejala keguguran lengkap, segera periksakan diri ke spesialis kandungan Anda.
  4. Keguguran Tidak Lengkap (Abortus incomplete). Berbeda halnya dengan keguguran lengkap, saat mengalami keguguran jenis ini jaringan embrio yang keluar dari rahim hanyalah sebagian saja. Sedangkan sebagian lainnya masih tertinggal di dalam rahim Anda. Apabila mengalami keguguran tidak lengkap, Anda akan merasakan nyeri perut dan pendarahan di daerah kemaluan yang disebabkan kosongnya rahim. Tetapi jika Anda belum mengetahui pasti apakah rahim telah bersih dari seluruh embrio, maka segera lakukan pemeriksaan agar dokter kandungan dapat memutuskan apakah pembersihan rahim seperti kuret atau dilatasi leher rahim perlu dilakukan atau tidak.
  5. Ketinggalan Keguguran. Merupakan salah satu jenis keguguran yang harus Anda waspadai. Sebab Anda tidak akan merasakan nyeri di bawah perut atau kejang layaknya jenis keguguran yang lainnya. Bahkan keluarnya lendir coklat dari kemaluan dan timbulnya gejala-gejala seperti morning sickness dan mudah lelah yang biasanya dirasakan pada awal kehamilan akan berkurang. Padahal nyatanya, embrio yang berdiam dalam rahim Anda telah meninggal. Kejadian ini sering atau biasa disebut dengan “Lahir-Mati”. Biasanya Ibu hamil akan menyadari bahwa dirinya telah mengalami ketinggalan keguguran setelah ia melakukan scan saat berkonsultasi rutin dengan sepesialis kandungan. Oleh sebab itu, memastikan detak jantung janin di awal kehamilan adalah hal yang sangat penting. Pastikan bila jantung janin tetap berdetak normal, yaitu 120/140 dpm/menit. Lakukan pemeriksaan scan dan mintalah dokter melakukan pemeriksaan detak jantung saat Anda berkonsultasi rutin.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY