Dampak Orang Tua yang Membanding Bandingkan Anaknya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika orangtua pasti menginginkan putra-putrinya memiliki tingkat kepandaian yang melebihi anak-anak lain. Hanya saja tak semua harapan orangtua sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Akibatnya anak bisa menjadi korban egoisme orangtua, karena dibanding-bandingkan dengan anak yang lain.

Membandingkan-bandingkan anak sendiri dengan anak yang lain, mungkin saja bermaksud untuk memberikan memotivasi kepada anak. Namun sayangnya cara tersebut dianggap keliru, karena justru bisa menurunkan semangat anak dalam belajar. Lantas apalagi dampak negatif orangtua yang suka membanding-bandingkan anaknya?

Anak jika sering dibanding-bandingkan bisa menjadi minder

Anak bisa saja merasa dirinya sangat bodoh, ketika orangtuanya sering membanding-bandingkan dengan anak lain. Anak kemudian menjadi tidak punya kepercayaan diri, sekaligus memiliki kecenderungan berdiam diri.

Anak menjadi tidak mudah bergaul

Anak yang kerap dibanding-bandingkan bisa kehilangan rasa percaya diri. Kemudian anak tidak mudah bergaul di masyarakat. Anak juga akan mengalami kesulitan untuk masuk di dalam sebuah lingkungan yang baru.

Anak bisa berubah menjadi pribadi yang sangat tertutup

Anak akibat tidak mudah bergaul, maka bisa berubah menjadi pribadi yang sangat tertutup. Anak akan sulit berbagi dengan orang lain dan lebih senang memendam perasaan seorang diri.

Anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang pendendam

Tidak memiliki teman untuk berbagi, membuat anak lebih suka memendam perasaan. Namun kondisi tersebut tidak baik, karena bisa membuat anak menumpuk kekesalan karena sering dibanding-bandingkan. Akhirnya anak bisa tumbuh perlahan-lahan menjadi pribadi yang pendendam.

Anak bisa membenci orangtuanya sendiri

Akibat orangtua terus membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, maka bisa saja sang anak justru kehilangan hormat kepada orangtuanya. Kondisi ini bisa menyebabkan anak justru membenci orangtuanya sendiri, sehingga mencari kenyamanan di luar rumah.

Anak bisa juga membenci teman-temannya

Anak selain membenci orangtuanya, juga bisa saja membenci teman-temannya. Pasalnya si anak merasa iri dengan prestasi teman-temannya yang selalu mendapat pujian.

Anak bisa mencari pelarian untuk mengatasi masalah

Cara sederhana akan selalu dicari anak untuk mengatasi masalah. Hanya saja terkadang cara yang dipilih sebagai pelarian tersebut, adalah hal-hal negatif. Kondisi ini justru sangat berbahaya untuk anak.

Anak bisa kehilangan semangat hidupnya

Anak yang kerap dibanding-bandingkan dengan anak lain oleh orangtuanya sendiri, secara  otomatis menjadi tidak bergairah dalam melakukan kegiatan apa pun. Pasalnya anak sudah merasa diremehkan terlebih dahulu, sehingga tidak dapat semangat menjalani hidup.

Anak menjadi apatis dan tak peduli dengan lingkungan sekitar

Anak bisa tumbuh menjadi sosok yang apatis dan tidak mempedulikan lingkungan sekitarnya. Hal itu terjadi karena anak sudah merasa tidak mendapat perhatian, khususnya dari orangtua sendiri. Anak bisa berubah menjadi pribadi yang cuek dan acuh tak acuh terhadap orang lain. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here