Dampak Paparan Polusi Udara pada Tubuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Polusi udara menjadi masalah besar bagi kesehatan penduduk, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Hasil pengkajian di 2013 oleh WHO mengungkapkan bahwa polusi udara luar ruangan menjadi karsinogen (penyebab kanker) bagi manusia, khususnya kanker paru-paru. Lantas apalagi dampak paparan polusi udara bagi tubuh manusia?

Dampak Partikulat (PM)

Komponen-komponen utama dari PM antara lain nitrat, sulfat, amonia, karbon hitam, natrium klorida, mineral debu, hingga air. Partikel yang sangat merusak kesehatan tubuh adalah partikel yang memiliki ukuran 10 mikron atau kurang, yang mampu menembus paru-paru.

Pada negara berkembang seperti Indonesia, paparan polutan dalam rumah tangga mampu meningkatkan infeksi saluran pernapasan akut. Polusi udara di luar ruangan juga menjadi faktor risiko utama terjangkitnya penyakit jantung, dan kanker paru-paru.

Dampak Ozon (O3)

Ozon pada permukaan tanah menjadi salah satu unsur pendukung kabut asap fotokimia. Hal tersebut dibentuk akibat reaksi sinar matahari dengan polutan, misalnya nitrogen oksida dari kendaraan atau industri. Akibatnya tingkat tertinggi terjadinya polusi ozon akan muncul selama cuaca cerah.

Ozon yang banyak muncul di udara mempunyai dampak negatif pada kesehatan tubuh manusia. Hal tersebut mampu mengakibatkan masalah pada pernapasan dan paru-paru. Tidak berlebihan jika akhirnya di beberapa negara Eropa, ozon dituding menjadi polutan udara yang cukup memprihatinkan.

Dampak Nitrogen dioksida (NO2)

Nitrogen dioksida juga dianggap sebagai gas beracun yang mengakibatkan peradangan pada saluran pernapasan, khususnya pada konsentrasi jangka pendek. NO2 merupakan sumber utama aerosol nitrat yang mencipatkan pecahan kecil partikulat.

Sumber utama terjadinya emisi antropogenik NO2 berasal dari proses pembakaran seperti pembangkit listrik, mesin kendaraan, atau pada kapal. Studi epidemiologis mengungkapkan jika gejala bronkitis yang terjadi pada anak akan meningkat, setelah mengalami paparan NO2 jangka panjang.

Dampak Sulfur dioksida (SO2)

SO2 merupakan gas yang tidak berwarna, namun dengan bau yang cukup tajam. Gas ini diproduksi dari pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara dan minyak. Gas ini juga bisa muncul dari peleburan bijih mineral yang memiliki kandungan sulfur. Sumber antropogenik utasa SO2 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang memiliki kandungan sulfur, pembangkit listrik hingga kendaraan bermotor.

SO2 mampu mempengaruhi fungsi paru-paru, sistem pernapasan, hingga iritasi mata. Radang saluran pernapasan dapat mengakibatkan batuk, asma, sekresi lendir, bronkitis kronis, hingga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan.

Dampak Karbon monoksida (CO)

Gas tersebut apabila masuk di dalam tubuh, dapat mencegah penyerapan oksigen oleh darah. Hal tersebut tentu dapat mengakibatkan penurunan asupan oksigen ke jantung. Secara signifikan seseorang dapat menderita penyakit jantung, akibat kontaminasi karbon monoksida. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here