Deteksi Dan Penanganan Sindrom Asperger

0
6

SehatFresh.com – Sindrom Asperger adalah jenis autisme yang biasanya bermanifestasi selama masa kanak-kanak melalui berbagai interaksi sosial, perilaku berulang dan gangguan fisik ringan. Pertama kali didiagnosis pada tahun 1944 oleh Dr Hans Asperger dan kemudian medis diakui pada tahun 1994, diagnosa Asperger telah meningkat secara dramatis karena peningkatan kesadaran autism di kalangan masyarakat.

  • Masalah komunikasi non-verbal

Anak-anak dengan Asperger mungkin memiliki masalah memahami gerakan seseorang melalui kontak mata, postur fisik dan berbagai ekspresi wajah. Mayo Clinic menjelaskan kurangnya kontak mata ketika berkomunikasi merupakan salah satu tanda sindrom Asperger. Anak mungkin memiliki beberapa ekspresi wajah dan mungkin menatap ke angkasa saat berbicara. Dia mungkin membuat beberapa gerakan saat berbicara dan mengadopsi postur tubuh yang aneh. Dia mungkin tidak mengamati ekspresi wajah atau postur tubuh orang yang sedang berbicara dengannya.

  • Pola bicara yang tidak biasa

Seorang anak dengan Asperger mungkin memiliki pola bicara yang tidak biasa, seolah-olah ia membaca apa yang dia katakan. Gaya bicaranya mungkin tampak terlalu formal atau dipikirkan dengan baik, bukannya spontan. Ia mungkin berbicara dengan cepat, tanpa menyadari bahwa orang lain berbicara lebih lambat.

  • Kaku

Seorang anak dengan Asperger mungkin tampak kikuk dan sering menjatuhkan benda. Dia cenderung menghindari permainan fisik dengan teman-temannya. Dia mungkin melakukan gerakan berulang-ulang atau berjalan kaku, seolah-olah sedang kesakitan.

  • Ketertarikan obsesif

Salah satu tanda kardinal sindrom Asperger pada anak adalah ketertarikan yang sifatnya obsesif. Dia mungkin mendalami dan meluangkan waktu lebih untuk suatu topik tertentu seperti objek, musik, binatang, cuaca, sejarah olahraga atau pola visual. Dia mungkin tampak tidak tertarik dalam dengan hal lain, dan cenderung hanya membicarakan topik menarik yang ia senangi.

  • Kurang empati

Meski anak dengan Asperger mungkin tampak tidak menyadari perasaan orang lain. Dia mungkin hanya peduli pada dirinya saja, tetapi tidak sengaja melakukan hal-hal kejam. Kondisi emosionalnya mungkin tidak sesuai untuk usianya.

Berdasarkan perkiraan dari situs webmd.com, sindrom ini dialami oleh 0,024 hingga 0,36 persen dari anak-anak. Gangguan ini lebih umum dialami anak laki-laki dibandingkan anak perempuan dan biasanya terdeteksi ketika anak berusia antara dua dan enam tahun. Penyebab pasti dari gangguan ini masih belum diketahui. Namun, diduga adanya kecenderungan bahwa gangguan ini diturunkan dalam keluarga. Jumlah orang yang mengalami gangguan ini belum diketahui secara pastu

Dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif, para penderita sindrom Asperger relatif tidak mengalami penurunan, bahkan beberapa dari mereka memiliki IQ yang relatif tinggi atau rata-rata. Hal ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya.

Sindrom Asperger belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Meski demikian, telah tersedia penanganan yang bisa meningkatkan fungsi dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan pada penderita. Sindrom Asperger biasanya ditangani dengan kombinasi pendekatan berikut ini :

  • Pendidikan khusus, yaitu pendidikan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak sesuai dengan kondisinya.
  • Modifikasi perilaku, untuk mendukung perilaku positif dan mengurangi perilaku bermasalah pada penderita.
  • Terapi bicara, fisik dan terapi okupasional, untuk meningkatkan kemampuan fungsional penderita.
  • Obat-obatan, untuk mengatasi gejala seperti kecemasan, depresi, serta perilaku yang hiperaktif dan obsesif.

Sumber gambar : www.cafegradiva.ro

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY