Nyeri Leher Terkait Kehamilan

SehatFresh.com – Kehamilan membuat banyak perubahan pada tubuh wanita. Tidak hanya perubahan kadar hormon, perubahan tubuh wanita secara fisik ditambahan pertumbuhan bayi yang semakin besar dapat menekan bagian tubuh lain. Ini memicu terjadinya perubahan dalam masalah postur dan keseimbangan tubuh. Salah satu akibatnya, banyak wanita hamil mengeluhkan sakit leher di masa kehamilannya.

Tulang punggung manusia pada dasarnya agak sedikit bengkok. Bentuk ini membantu memaksimalkan elastisitas tulang belakang dan meminimalkan potensi cedera sekaligus mendukung otot dan memungkinkan tubuh melakukan gerakan dengan dua kaki dalam keadaan normal. Berat tambahan dari bayi di bagian bawah perut wanita mengubah kelengkungan tulang secara signifikan sehingga lebih menekan otot-otot punggung bawah.

Di awal kehamilan, wanita hamil sering mengalami kelelahan ekstrim. Tingkat energi mulai meningkat pada trimester kedua, tetapi peningkatan berat badan dan penurunan mobilitas pada bulan-bulan terakhir kehamilan membuat banyak wanita hamil cenderung menghindari olahraga. Hal ini mengakibatkan otot menjadi kaku dan jaringan otot menjadi menyusut terutama di bagian punggung atas.

Dalam bukunya “What You Didn’t Think to Ask Your Obstetrician”, Dr. Raymond Poliakin menyatakan bahwa perubahan kadar hormon melunakkan sendi. Ini berarti bahwa fungsi ligamen menjadi kurang sehingga otot harus bekerja lebih keras untuk menahan sendi pada tempatnya. Jika jaringan otot menyusut, sendi bisa menjadi longgar dan menekan saraf sehingga menyebabkan nyeri. Terutama bagi wanita yang menghabiskan waktu lama membaca atau bekerja dengan komputer ditambah dengan postur membungkuk, ini dapat memperburuk nyeri lehernya.

Salah postur saat berjalan, berdiri duduk dan bangun juga dapat menyebabkan masalah seperti sakit leher dan nyeri bahu. Kesalahan postur dalam hal ini adalah posisi yang tidak menempatkan tekanan pada otot leher dan bahu sehingga menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Salah dalam mengambil posisi tidur juga menyebabkan ketegangan pada otot-otot leher sehingga menyebabkan sakit leher. Posisi bantal yang tidak tepat juga bisa memperburuk masalah nyeri leher.

Dalam bukunya “What To Expect When You’re Expecting”, Heidi Murkoff dan Sharon Mazel mengatakan bahwa otot leher yang kaku bisa dibantu dengan peregangan. Mereka merekomendasikan agar wanita hamil melakukan latihan sederhana dengan memiringkan kepala dari sisi ke sisi dan bolak-balik secara perlahan untuk meringankan rasa sakit. Rasa sakit yang terus menerus pada leher mungkin mengindikasikan adanya kondisi lain yang mendasarinya. Ini harus dikonsultasikan segera pada dokter guna menghindari komplikasi atau ketidaknyamanan yang berkepanjangan.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY