Jenis dan Gejala Penyakit Hepatitis

SehatFresh.com – Hepatitis mengacu pada peradangan hati yang umumnya disebabkan oleh virus. Jenis hepatitis virus yang paling umum adalah hepatitis A, B dan C. Ada yang membedakan dalam hal bagaimana virus ditularkan dan kondisi jangka pendek atau jangka panjang akibatnya. Tidak semua orang mengalami gejala. Kendati demikian, gejala umumnya meliputi gejala seperti flu dan gejala pencernaan. Meskipun ada tumpang tindih di antara gejala penyakit ini, ada juga perbedaan penting dalam hal seberapa cepat gejala muncul, gejala apa yang paling umum dan siapa yang paling berisiko.

Hepatitis A

Virus hepatitis A atau HAV menyebar dengan menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja orang yang terinfeksi. Hepatitis A bersifat akut. Banyak orang dengan HAV tidak pernah mengalami gejala, tetapi gejala kemungkinan meningkat seiring usia. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, melaporkan bahwa sekitar 70 persen anak-anak muda usia 6 tahun tidak menunjukkan gejala, sementara sebagian besar anak-anak dan orang dewasa mengalami gejala. Gejala umum dari hepatitis virus, termasuk hepatitis A, meliputi :

  • Demam, kelelahan dan nyeri badan
  • Kurang nafsu makan, sakit perut, mual dan muntah
  • Feses berwarna terang dan warna urin menggelap
  • Kulit menguning dan mata memutih (jaundice)

Gejala biasanya berkembang tiba-tiba dua sampai tujuh minggu setelah terpapar HAV, dan demam adalah gejala yang paling umum. Penyakit kuning adalah gejala terakhir yang menandakan telah terjadi kerusakan sel hati akibat akumulasi terkait zat kuning yang disebut bilirubin dalam aliran darah. Tujuh puluh sampai 80 persen orang dewasa dengan HAV mengembangkan penyakit kuning, yang biasanya dimulai sekitar seminggu setelah gejala lainnya. Setelah penyakit kuning muncul, gejala lainnya akan mereda namun kelelahan tetap terasa.

Hepatitis B

Virus hepatitis B atau HBV menyebar melalui darah, air mani atau cairan tubuh lainnya. Penyakit ini paling umum ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum suntik. Menurut CDC, 30-50 persen orang dewasa yang terinfeksi HBV dan anak-anak lebih tua dari usia lima tahun mengalami gejala. Hanya lima sampai 15 persen anak-anak berusia 1-5 mengembangkan gejala dan infeksi HBV selama masa bayi jarang menimbulkan gejala.

Gejala seperti flu dan gangguan pencernaan biasanya muncul enam minggu sampai enam bulan setelah paparan HBV dan berlangsung tiga sampai 10 hari. Gejala tersebut diikuti oleh penyakit kuning, yang biasanya berlangsung satu sampai tiga minggu dan seringkali disertai dengan feses berwarna terang. Meski sebagian besar orang dewasa dan anak-anak yang mengembangkan hepatitis B bersih dari infeksi dan sembuh sepenuhnya, infeksi terkadang berlangsung jangka panjang. Kondisi ini dikenal sebagai hepatitis B kronis, yang sering berkembang perlahan-lahan tanpa gejala tetapi dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dari waktu ke waktu.

Hepatitis C

Virus hepatitis C atau HVC adalah virus yang ditularkan melalui darah, seperti HBV. Infeksi paling sering terjadi akibat berbagi jarum suntik. Virus juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada anaknya selama kehamilan atau persalinan. Hanya 20 sampai 30 persen orang mengalami gejala selama enam bulan pertama setelah infeksi. Tahap penyakit ini dikenal sebagai hepatitis C akut. Umumnya, gejala berkembang satu sampai tiga bulan setelah terpapar virus.

Menurut hasil riset University of Washington Hepatitis Web Study, sekitar satu dari empat orang dengan hepatitis C akut mengembangkan penyakit kuning, dan 10 sampai 20 persen mengalami gejala sistem pencernaan seperti mual, muntah atau sakit perut. Gejala biasanya berlangsung dua sampai 12 minggu. Sebagian besar orang yang terinfeksi mengembangkan infeksi persisten, yang dikenal sebagai hepatitis C kronis. Orang dengan infeksi HCV kronis biasanya tidak merasakan gejala selama bertahun-tahun dan hanya mengalami gejala setelah terjadi kerusakan hati yang serius.

Usia lanjut dan kondisi medis sebelumnya dapat membuat gejala hepatitis virus semakin buruk. Sebagian orang dengan HAV sembuh tanpa kerusakan hati permanen, sedangkan orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang sudah memiliki hepatitis B atau C kronis lebih berisiko terkena gagal hati, yang disebut hepatitis fulminan. Demikian pula, orang dengan hepatitis C kronis yang tertular HBV berisiko lebih besar mengembangkan hepatitis fulminan.

Koinfeksi (dua infeksi secara bersamaan) HIV dan HBV atau HCV relatif umum. Hepatitis virus berkembang lebih cepat pada orang dengan HIV, dan orang-orang yang pernah mengalami masalah kesehatan terkait hati. Selain itu, konsumsi alkohol yang tinggi dan penyakit hati yang sudah ada sebelumnya seperti penyakit hati alkoholik dan perlemakan hati cenderung memperburuk gejala hepatitis virus akut dan kronis.

Sumber gambar : www.stanfordcenter.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY