Diagnosis Batu Kandung Kemih dan Kapan Harus Ke Dokter?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Batu kandung kemih adalah batu yang sudah terbentuk dari endapan mineral yang berada di dalam kandung kemih. Adanya batu tersebut akan membuat saluran kemih menjadi tersumbat, dalam kandung kemih memiliki ukuran yang berbeda, ada yang ukuran kecil sampai besar.

Saluran urine bisa tersumbat oleh batu kandung kemih. Terhalangnya saluran urine tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil, dan kesulitan berkemih atau tidak bisa berkemih sama sekali. Banyak faktor yang berpengaruh untuk timbulnya batu dalam saluran kemih, seperti kurang minum, gangguan metabolisme. Batu kandung kemih mungkin tidak menyebabkan gejala apabila ukurannya cukup kecil sehingga dapat dikeluarkan saat buang air kecil. Gejala yang umum dirasakan semua orang akan sama, gejala yang di rasakan penderita batu kandung kemih yaitu:

  1. Rasa nyeri saat buang air kecil
  2. Kesulitan buang air kecil
  3. Keinginan buang air kecil semakin sering
  4. Urin berwarna gelap
  5. Terdapat darah pada urin
  6. Penis yang tidak nyaman dan sakit
  7. Perut bagian bawah terasa nyeri
  8. Mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil

Pada anak-anak terdapat dua gejala tambahan yaitu ereksi kuat dan menyakitkan yang tidak ada hubngannya dengan rangsangan seksual pada anak laki-laki dan mengompol. Jika batu kandung kemih sudah berukuran besar maka harus berkonsultasi dengan dokter supaya mendapat pengobatan secara khusus dan tindak lanjut pengobatan selanjutnya.

Batu kandung kemih didiagnosis melalui beberapa tes yang berbeda yaitu:

  1. Pencitraan Sinar-X. Menggunakan bantuan sinar-X untuk memeriksa kandung kemih memang bisa mendeteksi batu kandung kemih, namun beberapa tipe batu tidak dapat dideteksi oleh sinar-X. Pencitraan sinar-X juga bisa dikombinasikan dengan pemeriksaan pyelogram intravena, yang menggunakan suntikan senyawa kontras ke urat nadi. Zat kontras akan  mengalir ke ginjal, ureter, serta kandung kemih. Zat ini memberi warna pada saluran urine agar bisa terlihat saat pencitraan sinar-X.
  2. Intravenous pyelogram. Dokter akan menyuntikan cairan tertentu melalui vena dan menuju ginjal dan kandung kemih Anda.
  3. Analisa urin mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tidak perlu dilakukan pemeriksaan lainnya, kecuali jika nyeri menetap lebih dari beberapa jam atau diagnosisnya belum pasti.
  4. Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian perut bawah untuk melihat apakah kandung kemih membesar.
  5. Ultrasound: cara lain untuk melihat detil organ internal melalui suara.
  6. Batu yang menyebabkan nyeri biasanya didiagnosis berdasarkan gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas.

Pemeriksaan tambahan yang bisa membantu menegakkan diagnosis adalah pengumpulan urin 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here