Faktor Penyakit Tifus pada Remaja

Girl blowing her nose --- Image by © Royalty-Free/Corbis

SehatFresh.com – Tifus merupakan salah satu penyakit tropis, menyerang semua umur dan sering terjadi pada anak-anak serta remaja. Penyakit tifus memiliki kecendrungan peningkatan angka prevalensi setiap tahun di Indonesia. Iklim tropis yang lembab merupakan faktor ideal bagi perkembangan bakteri. Apalagi bila disertai dengan kondisi pemukiman yang tidak sehat, lingkungan yang tercemar, tidak tersedianya air bersih, dan jajan sembarangan, yang boleh dibilang memang faktor pencetus lahirnya penyakit.

Tifus dapat hinggap karena tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan masih rendah atau kurangnya perhatian terhadap segi higienitas makanan. Demam tifoid atau tifus ini dapat menyerang semua umur, terutama anak-anak, remaja, dan dewasa muda yang mengabaikan kebersihan. Penyakit tifus sering menyerang anak-anak dan remaja karena daya tahan dan sistem kekebalan tubuh mereka belum sebaik orang dewasa. Kemungkinan terserang penyakit ini lebih besar pada orang-orang yang mempunyai kebiasaan jajan makanan yang kebersihannya tidak terjamin.

Penyakit tifus sendiri merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada usus. Penyakit ini biasanya dengan mudah menular. Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella. Gejala dan tanda penyakit tifus diawali dengan demam tinggi, setelah satu minggu atau lebih, biasanya akan muncul panas dingin, kemudian disertai dengan sakit kepala atau pusing dan sakit pada otot-otot dada.

Faktor terbesar yang mampu menyebabkan kita terserang penyakit ini ialah kurang menjaga kebersihan, baik dari makanan atau minuman. Sebab, kuman tifus ini menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Jadi ketika Anda makan makanan yang kotor, itu bisa menjadi salah satu faktor pemicu dan penyebab penyakit tifus. Penyakit tifus bisa dimasukan dalam kategori penyakit menular, walaupun proses penularannya tidak secara langsung (kontak fisik). Penularan penyakit tifus bisa melalui makanan yang dimakan secara bersamaan oleh penderita tifus dengan orang lainnya. Bakteri salmonella typhi penyebab penyakit tifus tersebut bisa berpindah melalui media makanan tersebut.

Data yang ada menunjukan bahwa tifus banyak menyerang anak usia 12-13 tahun (70%-80%), pada usia 30-40 tahun (10%-20%), dan pada anak di atas usia 12-13 tahun sebanyak (5%-10%), dari data di atas dapat disimpulkan anak-anaklah yang patut diperhatikan baik dalam pergaulannya, bermain di mana, maupun hal yang harus diperhatikan dalam segi kebersihanya.

Keluhan yang biasanya muncul ketika penyakit ini menyerang tidak memiliki ciri khas tersendiri seperti Anoreksia (hilang nafsu makan), timbul rasa malas, sakit kepala di bagian depan dan sakit, nyeri otot, dan gangguan perut (perut mulas dan sakit).

Penyakit tifus yang tidak tertangani dengan baik, atau diketahui dalam keadaan sudah parah dapat menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, baik di usus maupun di organ selain usus. Misalnya terjadi pendarahan di usus, atau bahkan usus bisa berlubang. Sementara pada organ di luar usus dapat menimbulkan komplikasi pada sistem peredaran darah, gangguan paru, ginjal, hati, dan juga sistem kesadaran.

Sumber gambar : uniqpost.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY