Faktor Penyebab dan Pencegahan Histeria pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hysteria adalah suatu neurosa kompleks dengan bentuk yang bermacam-macam dengan ciri ketidakstabilan emosional, represi, dissosiasi dan sugestibilitas. Keanekaragamannya berbentuk hysteria, konversia, somnabulisme, fugue, dan kepribadian majemuk. Pada permulaan, orang menyangka bahwa yang dihinggapi penyakit ini hanya kaum wanita. Pendapat ┬áitu berubah setelah Freud menemukan bahwa laki-laki juga dapat dihinggapi penyakit ini. Histeria juga bisa menjangkit usia muda atau pun tua, itu semua bergantung dari masalah hidup yang sering dialami.

Seperti gangguan jiwa lainnya, histeria juga terjadi akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi kesulitan-kesulitan, tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan dan pertentangan batin. Orang dengan histeria tidak mampu menghadapinya dengan cara yang wajar dalam menghadapi kesukaran itu, lalu melepaskan tanggung jawab dan lari secara tidak sadar. Diantara gejala-gejalanya, ada yang berhubungan dengan fisik dan ada pula yang berhubungan dengan mental.

Faktor risiko dari penyakit histeria sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun ada faktor penyebab yang dapat mengundang histeria kepada Anda, yaitu:

  • Pengalaman traumatis. Menurut Sigmund Freud, faktor histeria bisa terjadi karena adanya pengalaman menyakitkan kemudian direpresi atau ditekan ke dalam alam tidak sadar. Penderita senantiasa berusaha untuk melupakan atau menghilangkan pengalaman tersebut, namun pengalaman traumatis tersebut tidak dapat dihilangkan begitu saja, melainkan ada dalam alam tidak sadar (uncociousness) dan suatu saat muncul kedalam alam sadar tetapi dalam bentuk gangguan jiwa.

Sampai kini masih belum dketahui bagaimana cara mencegah penyakit histeria, namun ada cara untuk mencegah gejala histeria timbul. Salah satu gejala histeria yang timbul adalah kram pada tangan. Cara mencegahnya bisa menggunakan cara:

  • Mengikuti senam pernafasan aerobik pada pagi atau malam hari. Gejala penyakit histeria adalah mati rasa pada tangan dan kaki maupun perasaan-perasaan tidak wajar. Perasaan mati rasa dari tubuh merupakan akibat dari kekurangan oksigen yang disebabkan oleh pernafasan yang jelek kadar alkali yang tinggi dicairan humor. Kekurangan oksigen juga menyebabkan sesak nafas dan kejang -kejang. Kadang-kadang seorang pasien bisa merasakan sulit untuk berdiri atau berjalan. Rasa kejang serius yang disebabkan oleh kekurangan oksigen bisa menyebabkan tubuh pasien melengkung ke belakang karena kesakitan. Pasien akan melakukan apa saja untuk melepaskan amarahnya pada kondisi ini.

Penyakit histeria adalah suatu kondisi yang bisa dikaitkan dengan ketidakseimbangan dari sistem syaraf otonomik dan sistem syaraf otonomik yang tidak seimbang menunjukkan keadaan syaraf otak kelana yang terlalu aktif.

Menyumpah, menggumam, memunculkan perilaku yang berapi-api atau histeris merupakan tindakan-tindakan yang bisa mengurangi kadar alkali di dalam tubuh dan dengan demikian mengubah kadar pH dari cairan humor menjadi asam. Kedua fungsi ini membantu keselarasan dari sistem syaraf otonomik. Segera setelah kadar alkali di cairan humor menurun, maka seorang pasien akan siuman kembali. Ia akan bernafas dengan baik lagi. Pada umumnya mengikuti senam pernafasan aerobik pada pagi atau malam hari adalah menguntungkan bagi keselarasan sistem syaraf otonomik. Senam ini juga meningkatkan pernafasan dengan demikian mencegah terulangnya kembali penyakit histeria.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY