Pencegahan Anyang-anyangan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anyang-anyangan bisa terjadi kepada siapa saja. Lelaki dan perempuan, berusia tua ataupun muda dapat mengalaminya. Menurut situs My Prive World, kebanyakan perempuan berisiko terkena Anyang-anyangan sepanjang hidupnya mencapai 50% dibanding laki-laki. Kondisi ini bisa terjadi berulang kali bahkan hingga bertahun-tahun.

Anyang-anyangan adalah peningkatan frekuensi berkemih yang diakibatkan gangguan penyimpanan kencing. Keluhan ini sering dijumpai pada infeksi saluran kemih dan gangguan persarafan yang menyebabkan kandung kemih menjadi lebih aktif (overactive bladder).

Secara teoritis banyak penyebabnya, tetapi prinsipnya apapun yang dapat menyebabkan iritasi, rangsangan, tekanan pada kandungan kemih, stres, alergi, gangguan pada organ pelvis, dan lain-lain dapat menyebabkan keluhan anyang-anyangan. Selain itu penyebab anyang-anyangan juga bisa berasal dari bakteri E.Coli, hal ini bisa dipicu oleh cara membilas yang salah setelah buang air besar. Gerakan membilas dari arah belakang ke depan dapat mengakibatkan bakteri dari usus besar dapat menyerang saluran kemih. Bakteri E.Coli ini kemudian menginfeksi saluran kemih. Hati-hati juga pada kebersihan celana dalam serta kekurangan minum air putih, juga aktivitas fisik yang sangat berat dapat memicu terjadinya anyang-anyangan.

Anyang-anyangan tidak selalu menimbulkan gejala yang spesifik. Kondisi berikut secara umum dapat menjadi tanda-tanda mengalami anyang-anyangan, seperti hasrat berlebih untuk buang air kecil.

Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit. Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita. Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus. Rasa perih ketika buang air kecil. Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah. Merasa lelah dan kurang sehat. Demam.

Selain itu, infeksi ini dibagi berdasarkan bagian sistem kemih mana yang terinfeksi sehingga mengakibatkan gejala-gejala yang berbeda, seperti pada bagian ginjal (pielonefritis akut) gejala yang timbul adalah nyeri pada pinggang belakang atas, demam tinggi, mual, dan muntah. Jika terjadi pada bagian kandung kemih (sistitis), maka gejala yang umumnya timbul adalah perasaan tidak nyaman pada perut bagian bawah, panggul terasa seperti ditekan, buang air kecil berulang kali dan terasa nyeri, serta adanya darah pada urine. Kemudian jika berada di saluran kencing (urethritis), gejala yang umumnya terjadi adalah kemaluan terasa perih saat buang air kecil. Penyebabnya sama, yaitu akibat menyebarnya bakteri sistem gastrointestinal dari anus ke saluran kemih, karena posisi saluran kemih berdekatan dengan vagina, penyakit menular seksual seperti chlamydia (klamidia), gonore, dan herpes juga dapat menyebabkan uretritis.

Meski anyang-anyangan ini masih dianggap remeh, namun jika Anda mengalami saat di sekolah, maka akan menghambat kegiatan. Berikut beberapa cara mengurangi risiko terjadinya anyang-anyangan, yaitu:

  • Hindari minuman yang berisiko menimbulkan iritasi pada kandung kemih. Minuman yang dimaksud seperti minuman ringan mengandung jeruk, minuman keras/alkohol, dan minuman berkafein.
  • Konsumsi air mineral. Konsumsi cukup air mineral untuk mengeluarkan bakteri dan memperlancar pembuangan urin.
  • Membasuh kemaluan setelah buang air besar atau kecil. Basuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mengurangi penyebaran bakteri dari anus ke vagina dan saluran kencing.
  • Hindari produk untuk area kewanitaan. Sebaiknya hindari menggunakan produk untuk area kewanitaan, seperti semprotan deodoran atau bedak yang berisiko menimbulkan iritasi.
  • Segeralah buang air kecil dan konsumsi air mineral setelah berhubungan seksual.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY