Pencegahan Eczema pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit bisa menyerang bagian tubuh mana pun dan siapapun. Usia juga bukan patokan bisa terkena penyakit atau tidak, seperti halnya penyakit eczema yang bisa terjadi pada anak-anak, remaja ataupun dewasa. Penyakit ini juga bisa menyerang pria maupun wanita. Pada kesempatan ini kita akan membahasa lebih lanjut mengenai eczema pada wanita dan bagaimana pencegahannya.

Eczema atau eksim atau eksema adalah suatu kondisi pada kulit yang  umumnya ditandai dengan timbulnya bercak, gatal dan radang. Eczema juga dikenal dengan istilah dermatitis atopik. Eczema biasanya muncul di wajah, siku dan lutut, selangkangan, ketiak atau bagian kulit tubuh yang memiliki lipatan.

Dikutip dari American Academy of Dermatology sebanyak 20% dari total anak-anak dan hanya 1-3% orang dewasa pernah mengalami dermatitis atopik. Studi kasus yang dilakukan kebanyakan kasus dermatitis atopik pertama kali muncul saat pria maupun wanita mengalami masa puber.

Tanda-tanda eksim, antara lain kulit kemerah-merahan, kering, basah, atau tebal dan bersisik. Biasanya eksim baru memiliki warna sedikit lebih merah, sedikit basah, disertai bengkak. Eczema kronis atau sudah lama biasanya lebih tebal, bersisik, kering, dan warna sedikit kehitaman.

Eczema belum diketahui pasti penyebabnya, namun beberapa ahli berpendapat bahwa eczema berhubungan dengan aktivitas daya pertahanan tubuh (imun) yang berlebihan. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami reaksi berlebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit.

Eczema banyak ditemukan pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit alergi atau asma.

Setiap orang memiliki penyebab eczema yang berbeda-beda, sebagian orang merasa gatal luar biasa setelah memegang sabun atau deterjen, ada pula yang disebabkan bahan atau alat rumah tangga lainnya. Gejala yang timbul pun bervariasi, gatal ringan tetapi dominan rasa panas, ada pula sebaliknya. Infeksi saluran nafas bagian atas atau flu juga bisa menjadi penyebab timbulnya eczema. Jika penderita mengalami stres setelah gatal biasanya akan memperburuk keadaan.

Setelah mengetahui pengertian dan beberapa penyebab eczema, ada baiknya Anda mengenali eczema yang terbagi menjadi beberapa jenis. Terkena eczema berarti Anda mengalami dermatitis atopic. Jenis-jenis eksim kronik, antara lain:

  • Dermatitis kontak. Dermatitis kontak dapat menyebabkan iritasi, terbakar, gatal, dan timbul kemerahan pada kulit.
  • Dermatitis dyshidrotic. Muncul pada jari, telapak tangan, dan telapak kaki. Menyebabkan gatal, kulit bersisik, mengelupas atau menjadi merah, dan pecah-pecah. Kondisi ini lebih umum terjadi pada perempuan.
  • Dermatitis nummular. Menyebabkan kulit jadi kering dan bercak hitam. Biasanya banyak terjadi pada kaki dan yang lebih sering terkena adalah pria.
  • Dermatitis seboroik. Menyebabkan gatal, merah-merah, ruam bersisik, terutama pada kulit kepala, di alis, di kelopak mata, di sisi hidung, dan di belakang daun telinga.

Penyembuhan eczema memang tergolong sulit dilakukan, namun pada banyak kasus penderita dapat mengurangi terjadinya kekambuhan dengan melakukan pengobatan yang tepat dan melakukan beberapa pencegahan pemicu eczema. Berikut beberapa cara pencegahan eczema, antara lain:

  • Jaga kelembaban kulit. Sering berada di ruangan ber-AC dapat menjadi penyebab munculnya eczema. Sebisa mungkin Anda mengatur suhu ruangan agar kulit tetap terjaga kelembabannya.
  • Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak. Orang yang memiliki riwayat alergi khususnya alergi kulit sebaiknya menghindari hal-hal ini, karena akan memicu alergi serta menimbulkan resiko terjadinya eczema.
  • Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan. Keringat yang muncul pada kulit Anda bisa menjadi salah satu penyabab penyakit ini. Hindari diri dari keringat berlebihan dan kontak langsung dengan panas.
  • Kurangi Stres. Keadaan stres bisa memperburuk keadaan eczema pada Anda. Cobalah unuk tetap tenang dan melakukan penanganan awal jika terjadi eczema.
  • Hindari hal-hal yang menyebabkan alergi atau iritasi. Penjelasan diatas bahwa detergent atau alat-alat rumah tangga lain terkadang bisa menjadi penyebab timbulnya alergi dan gatal. Hindari alat dan bahan tersebut, jika perlu beralih menggunakan alat dan bahan lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY