Faktor yang Meningkatkan Gejala Asma pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Serangan asma yang diderita seseorang bisa meningkat kapan saja. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa pemicunya. Oleh sebab itu, mengenali pemicu meningkatnya serangan asma dapat mencegah hal-hal lebih buruk.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan serangan asma parah atau membuat kondisi lebih buruk:

  • Serbuk sari
  • Tungau dan kecoa
  • Jamur
  • Bulu hewan dan emosi
  • Perubahan cuaca (terutama udara dingin)
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Perubahan hormon, seperti selama menstruasi pada remaja wanita
  • Rokok
  • Stres dan emosi berat
  • Aktivitas fisik
  • Reaksi alergi pada makanan atau sulfites (pengawet makanan)
  • Beberapa obat (aspirin, beta blockers)

Selain itu, ada beberapa hal yang turut menambah risiko seseorang mengidap asma, seperti:

  • Sejarah keluarga

Jika ada salah satu anggota keluarga Anda yang mengidap asma, maka kemungkinan Anda akan berisiko besar untuk mengidapnya juga.

  • Jenis kelamin dan usia

Asma lebih umum terjadi pada anak-anak dibandingkan dewasa. Pria lebih banyak terjangkit asma dibandingkan wanita. Risiko asma relatif sama antara pria dan wanita untuk kategori dewasa.

  • Alergi

Sensitivitas pada zat alergen biasanya adalah faktor prediksi akurat dari potensi seseorang dalam mengidap asma. Beberapa alergen itu adalah debu, bulu hewan, jamur, dan bahan beracun.

  • Rokok

Asap rokok dapat mengiritasi saluran udara. Perokok memiliki risiko tinggi terjangkit asma. Mereka yang ibunya merokok selama masa kehamilan atau mereka yang terekspos asap rokok juga dapat berisiko terjangkit asma. Seorang remaja yang mengidap rokok perlu mendapat perhatian ekstra, terutama karena gaya hidup yang kurang sehat. Usia remaja adalah masa ingin mencoba hal-hal baru, salah satu hal yang paling popular di kalangan remaja adalah tren merokok. Bagi seorang penderita asma, merokok adalah hal yang sangat dilarang karena selain dapat menyebabkan asma mereka kambuh juga dapat memperparah kondisi penyakit mereka tersebut. Asap yang dihasilkan oleh rokok juga akan menyebabkan peradangan yang parah dalam sistem pernafasan penderitanya.

  • Obesitas

Anak-anak dan dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko terjangkit asma yang lebih besar.

  • Infeksi saluran pernapasan viral

Masalah saluran pernafasan selama masa bayi dan anak-anak dapat menyebabkan mengi. Beberapa anak yang mengidap infeksi saluran pernapasan ini biasanya juga akan mengidap asma.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah banyak remaja memiliki gejala yang bertambah buruk di malam hari (asma nokturnal), seperti batuk dan sesak nafas. Secara umum, mereka kerap terbangun pada malam hari karena sesak nafas atau batuk. Ini adalah tanda asma yang tidak terkontrol. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here