Gangguan Menstruasi Menorrhagia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menorrhagia adalah pendarahan menstruasi yang berlebihan terlampau banyak. Menorrahagia biasanya timbul selama periode siklus menstruasi yang abnormal dimana periode ini jumlah darah yang keluar banyak dan berlebihan berkepanjangan.

Pengertian lain dari menorrhagia yaitu pada saat wanita mengalami  menstruasi tetapi darah yang keluar banyak  sehingga seorang wanita harus sering menganti pembalutnya, siklus ini pun terlampau lama. Dengan demikian wanita yang mengalami siklus menstruasi yang lama dan keluar darah yang berlebihan baru dapat divonis dia mengalami menorrhagia.

Gejala  menorrhagia

Selain darah yang dikeluarkan terlalu banyak dan masa perdarahan yang cukup lama, haid berlebihan juga bisa disertai gejala lainnya, yaitu rasa nyeri di perut. Umumnya dikenal dengan istilah nyeri haid (dysmenorrhea).

Dismenore ini umumnya terjadi ketika dinding rahim berkontraksi dan menekan pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen terhenti dan menyebabkan munculnya rasa nyeri.  Selain lain dismenore gejala yang lain yang mungkin muncul ialah tanda-tanda anaemia, merasa lemas, atau napas pendek juga dapat dirasakan. Meskipun tidak selalu menjadi pertanda suatu kondisi yang serius, haid berlebihan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari wanita yang mengalaminya, baik secara emosi, psikis, maupun sosial.

Penyebab Menorrhagia

Tidak semua penyebab menorrhagia dapat di identifikasikan, namun ada beberapa penyebab umum pemicu terjadinya menorrhagia seperti :

  • Radang panggul disebebkan karena infeksi organ reproduksi, baik pada bagian rahim, indung telur, atau saluran telur.
  • Fibroid rahim yang disebut sebagai tumor jinak pada rahim
  • Sindrom ovarium polikistik
  • Endometriosis yaitu suatu kondisi dimana ketika jaringan dari lapisan dinding rahim atau endometrium tumbuh diluar rahim.
  • Adenomiosis yaitu pertumbuhan suatu jaringan endometrium didalam dinding otot rahim
  • Hipotiroididme yaitu kondisi dimana kelenjar tyroid tidak mampu memproduksi hormon tyroid dalam jumlah yang cukup.
  • Polip serviks atau polip rahim yaitu kondisi dimana terdapat pertumbuhan jaringan tambahan pada dinding serviks atau dinding rahim.
  • Gangguan pada rahim yang dapat menyebabkan siklus hormon dan proses ovulasi tidak dapat terjadi sebagaimana mestinya.
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Efek samping obat juga dapat menjai pemicu seperti oabt antiradang, obat hormonal anti koaguna, dan penggunaan pil KB atau IUD.
  • Kangker seperti kangker rahim atau kangker serviks.

Pengobatan Menorrhagia

Selain untuk menurunkan dan menghentikan volume darah yang keluar banyak dan mecegah anemia terjadi. Terdapat dua cara pengobatan menorrhagia yaitu melalui obat dan tindakan medis pembedahan.

Ada beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi untuk penanganan menorrhagia:

  • Tablet Asam traneksamat. Obat yang dapat menurunkan pendarahan hingga 50%, obat ini bekerja dengan membantu proses penggumpalan darah didalam rahim.
  • Obat anti inflamasi non streroid. Obat ini dapat meredahkan gejala nyeri juga dapat menurunkan produksi salah satu hormon yang berperan dalam terjadinya menorrhagia. Yaitu hormon Prostagladin.
  • Pil kontrasepsi kombinasi. Pil ini mengandung hormon estrogen dan progesteron dapat mencegah pelepasan sel telur didalam siklus menstruasinya setiap bulan. Dan dapat dapat mengurangi nyeri haid juga memperlancar proses mestruasi yang tidak teratur.

Dan banyak jenis yang lainnya. Selain pengobatan oral atau lewat Mulut, prosedur operasi juga dapat terjadi apa bila dokter telah merekomendasi untuk penanganan lebih lanjut dari menorrhagia, ada macam-macam jenis operasi seperti:

  • Dilatasi dan kuretase. Dprosedur ini doktr akan melakukan dilatasi(pembukaan) atau kuretase (pengerokan) dinding dalam rahim untuk mengurangi pendarahan saat menstruasi.
  • Embolisasi arteri Rahim prosedur ini untuk menangani menorrhagia yang disebebkan oleh fibroid.
  • Miomektomi yaitu fibroid diangkat melalui pembedahan, prosedur ini dapat dilakukan dengan membuka dinding abdoment ( laparatomi ) atau melalui vagina ( histeroktom)
  • Reseksi endometrium prosedur ini mengangkat endometrium (dinding dalam uterus)
  • Ablasi endometrium prosedur ini dilakukan dengan cara menghancurkan lapisan endometrium secara permanen baik dengan laser, radiofrekuensi, atau pemanasan.(NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here