Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang diketahui jika infeksi saluran kencing bisa diakibatkan oleh bakteri yang merasuk ke saluran kemih. Umumnya bakteri yang terdapat di saluran kencing tersebut ikut keluar ketika buang air kecil, namun jika masih ada yang tertinggal maka dapat memicu infeksi. Lantas apa saja gejala infeksi saluran kemih yang biasanya dialami pria?

Sistem saluran kemih

Saluran kemih merupakan sebuah sistem mulai dari ginjal, kandung kemih, ureter, hingga uretra. Urin yang diproduksi di dalam ginjal, selanjutnya pindah ke kandung kemih melewati ureter. Urin lantas dibuang dari kandung kemih melalui uretra.

Sementara itu infeksi saluran kencing umumnya sering terjadi pada saluran kencing di bagian bawah. Tepatnya mencakup kandung kemih dan uretra. Bakteri yang tertinggal di kandung kemih dan uretra dapat berbahaya bagi tubuh karena menyebabkan infeksi.

Gejala infeksi saluran kencing pada pria

Gejala atau ciri-ciri infeksi pada saluran kencing pria dapat berbeda-beda, karena tergantung letak dimana infeksinya. Infeksi apabila terjadi pada kandung kemih, seseorang akan merasakan nyeri ketika mengeluarkan air kencing. Selain itu juga akan muncul perasaan buang air kecil lebih sering.

Kondisi akan semakin berat apabila perut bagian bawah terasa nyeri dan air kencing berwarna lebih gelap. Air kencing yang gelap mungkin karena bercampur darah. Selain itu air kencing berbau tidak sedap dan penderita bisa mengalami demam.

Di lain sisi apabila infeksi terjadi pada ginjal, seseorang akan merasakan nyeri pada perut bagian samping. Nyeri yang terjadi pada bagian tersebut karena posisi itu tempat di mana ginjal berada. Selanjutnya seseorang juga bisa mengalami demam tinggi, mual, muntah, dan badan terasa tidak enak.

Pria yang sudah menginjak paruh baya, infeksi saluran kencing biasanya tidak menampakan gejala apa-apa ketika buang air kecil. Namun pria paruh baya biasanya tetap akan merasa tidak enak badan, disertai dengan perasaan bingung atau linglung.

Bagaimana cara mendeteksi secara pasti infeksi saluran kencing?

Dokter umumnya akan memberikan tekanan pada bagian perut dan punggung, guna mengecek apakah seseorang merasakan sakit atau tidak. Apabila diagnosis awal belum dapat dimunculkan, maka seseorang akan diminta menjalani beberapa tes berikut ini.

  1. Tes pertama adalah urin. Sampel urin akan dikirim ke labolatorium guna dites, bakteri apa yang mengakibatkan infeksi. Untuk menjalani tes urin, seseorang akan membuang air kecil ke dalam wadah yang sudah disiapkan oleh dokter.
  2. Tes kedua darah. Selain tes urin, dokter mungkin saja meminta pasien untuk melakukan tes darah apabila diduga mengidap infeksi pada prostat.
  3. Tes ketiga pencitraan. Tes ini dibutuhkan apabila infeksi saluran kencing tidak kunjung membaik meski sudah menjalani berbagai pengobatan. Tes pencitraan dilakukan untuk mengambil gambar saluran kencing untuk kemudian menjadi acuan dokter dalam mengobati infeksi yang terjadi. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY