Gejala Penyakit Darah Tinggi dan Pencegahannya

0
95

SehatFres.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang di sebabkan oleh peningkatan tekanan darah di atas normal yang di tunjukan oleh angka sistolik (bagian atas) dan angka bawah (diastolik). Tekanan darah diastolik adalah bilangan di bawah yang menunjukkan tekanan darah bawah saat jantung sedang beristirahat sementara, di antara dua denyut jantung. Sedangkan, tekanan darah sistolik adalah bilangan di atas yang menunjukkan tekanan darah atas pembuluh arteri dari denyut jantung. Darah tinggi adalah penyakit yang menjadi awal mula gagal jantung dan juga stroke. Tekanan darah yang normal berada di angka 120mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik.

Hipertensi seringkali tidak terdeteksi sejak awal dan baru diketahui ketika sudah terkena penyakit lain. Darah tinggi berkaitan dekat dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Hipertensi terjadi karena pembekuan dan penghambatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang bermasalah menjadi kecil sehingga jantung membutuhkan tekanan yang makin banyak agar memompa darah ke pembuluh darah. Tekanan darah juga dapat naik turun seiring dengan perubahan aktivitas dan cenderung berubah seiring pertambahan usia. Ketika usia Anda menua, tekanan darah sistolik cenderung naik, sementara tekanan darah diastolik cenderung menurun.

Sekitar 90 persen hipertensi tidak diketahui penyebabnya dan 10 persen akibat kondisi lain seperti jantung, diabetes, ginjal atau lingkungan. Hipertensi bisa menyerang semua kalangan, baik laki-laki atau perempuan. Tekanan darah tinggi umumnya menyerang orang-orang yang memilki kelebihan berat badan (obesitas). Hal ini dikarenakan penderita obesitas memiliki lemak yang lebih banyak baik pada tubuh maupun darah mereka sehingga pemompaan darah akan menjadi lebih berat karena pembuluh darah mengalami penyempitan. Untuk itu diperlukan usaha ekstra agar darah bisa mengalir dengan lancar agar tekanan darah menjadi normal kembali.

Pada sebagian besar orang dewasa, penyebab hipertensi tidak dapat teridentifikasi. Tipe tekanan darah tinggi ini disebut hipertensi “essential” atau hipertensi primer, yang cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Beberapa orang juga mengalami hipertensi karena kondisi yang mendasarinya. Tipe tekanan darah tinggi ini, disebut hipertensi sekunder, yang cenderung muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dari pada hipertensi primer.

Secara umum, orang dengan hipertensi terlihat sehat dan sebagian besar tidak menimbulkan gejala. Tapi ada pula yang mengembangkan gejala awal seperti sakit kepala, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan. Sedangkan untuk gejala yang timbul dari hipertensi berat atau kronis umumnya meliputi sakit kepala, kelelahan, mual muntah, sesak napas, gelisah, serta penurunan kesadaran dan koma karena terjadi pembengkakan otak.

Walaupun tekanan darah tinggi paling umum terjadi pada orang dewasa, anak-anak juga memiliki risiko mengembangkan tekanan darah tinggi. Pada beberapa anak, tekanan darah tinggi disebabkkan oleh masalah pada jantung dan hati. Sedangkan yang lainnya disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup hidup yang buruk seperti pola makan yang tidak sehat dan kurangnya olahraga.

Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan cara mempertahankan berat badan yang ideal dengan menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Pola makan lebih ditekankan pada buah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak. Kurangi juga konsumsi garam atau jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam. Lakukan juga olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu. Pencegahan darah tinggi yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan risiko agar terhindar dari berbagai jenis komplikasi.

Sumber gambar : obat-alami.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY